Berita Kukar Terkini

Bupati Kukar Tegaskan 17 Program Prioritas Tetap Berjalan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, membeberkan alasan di balik lambatnya penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2025

TRIBUN KALTIM/Patrick Vallery Sianturi
PENETAPAN APBD - Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Kamis (4/12/2025). Ia menyebut proses penetapan APBD tahun ini membutuhkan waktu lebih panjang karena pemerintah ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dan organisasi perangkat daerah terakomodasi. (TRIBUNKALTIM.CO / PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, membeberkan alasan di balik lambatnya penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. 

Dalam wawancara yang dilakukan usai agenda pemerintahan, Aulia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen melaksanakan seluruh program prioritas.

Aulia menjelaskan terdapat 17 program prioritas Pemkab Kukar yang siap diluncurkan dan tidak akan mengalami penundaan. 

“Komitmen kita bahwa layanan dasar terhadap masyarakat itu kita jamin tidak akan terganggu,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Tinjau Desa Sigihan, Kecamatan Sebulu

Ia menambahkan, layanan-layanan minimum juga tetap berjalan. 

Program dedikasi daerah dan program nasional yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto turut dipastikan berlanjut. 

Program tersebut meliputi MBG, dukungan terhadap Koperasi Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penguatan ketahanan pangan.

Menurutnya, proses penetapan APBD tahun ini membutuhkan waktu lebih panjang karena pemerintah ingin memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dan organisasi perangkat daerah terakomodasi. 

“Makanya agak lambat kita menetapkan APBD kita, karena strategi kita semua ini harus terayomi. Jadi kita betul-betul rigid menghitung,” jelas Aulia.

Ia menuturkan bahwa Pemkab Kukar kini telah menemukan kapasitas fiskal minimal atau kebutuhan fiskal minimal daerah. 

Dengan temuan tersebut, perencanaan dan penghitungan kebutuhan anggaran di tahun-tahun berikutnya disebut akan lebih mudah dan terukur.

Aulia menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh program strategis yang telah ditetapkan sebelumnya tetap berjalan sesuai target.

Baca juga: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Tinjau Desa Sigihan, Kecamatan Sebulu

“Kita sudah menemukan kapasitas fiskal minimal Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga ke depan jauh lebih enak untuk menghitung kebutuhan organisasi pemerintah daerah,” tutupnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved