Senin, 18 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

BI Balikpapan Temukan 373 Bilyet Uang Palsu, Terus Gencarkan Kampanye Cinta Rupiah

BI Balikpapan menemukan 373 bilyet uang palsu atau uang yang diragukan keasliannya selama tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS SALMON
WASPADA UANG PALSU - Aksi peredaran uang palsu kembali meresahkan para pedagang di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menemukan 373 bilyet uang palsu atau uang yang diragukan keasliannya selama tahun 2025, Rabu (17/12/2025). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menemukan 373 bilyet uang palsu atau uang yang diragukan keasliannya selama tahun 2025.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, terdapat kenaikan klarifikasi sebanyak 1 persen (yoy) jumlah uang palsu dibandingkan tahun 2024 sebanyak 367 bilyet.

Sehingga, menurutnya, hal ini menunjukkan upaya Bank Indonesia bersama Perbankan, PJPUR dan masyarakat yang semakin aktif dalam melaporkan dan memahami ciri keaslian uang Rupiah. 

Untuk itu, demi meningkatkan pendekatan masyarakat terhadap uang Rupiah, KPwBI Balikpapan gencar mengkampanyekan program CBP (Cinta, Bangga, Paham Rupiah).

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Bakal Hadirkan Edukasi Cinta Rupiah di Mata Pelajaran PAUD hingga SMP

"Ini dilakukan baik dari sisi mengenal uang Rupiah, serta selalu menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi dan membelanjakannya dengan bijak," ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Program CBP dilakukan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). 

Termasuk juga, merawatnya dengan baik melalui 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi). 

Selain itu, Bangga Rupiah dilakukan dengan tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional, melainkan juga simbol kedaulatan bangsa. 

Sedangkan Paham Rupiah, ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan. 

"Juga berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM lokal, serta menabung dan berinvestasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved