Selasa, 19 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Maraknya Tawuran Remaja di Balikpapan, DPRD Tekankan Peran Keluarga dan Lingkungan

Aksi tawuran remaja di Balikpapan kembali terjadi. DPRD menilai lemahnya pengawasan keluarga jadi faktor utama

Tayang:
HO//DPRD Balikpapan
PENGAWASAN KELUARGA - Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid menyikapi belasan remaja yang diamankan oleh Polsek Balikpapan Barat yang diduga hendak melakukan tawuran. (HO/DPRD Balikpapan). 
Ringkasan Berita:
  • DPRD Balikpapan menyoroti maraknya tawuran remaja dan menilai ini tanggung jawab bersama.
  • Lemahnya pengawasan keluarga dan pengaruh media sosial disebut sebagai pemicu utama.
  • DPRD mendorong penguatan pendidikan karakter melalui sinergi lintas instansi.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Maraknya tawuran remaja di Balikpapan kembali menuai perhatian publik. Insiden diamankannya belasan remaja oleh Polsek Balikpapan Barat, Kalimantan Timur yang diduga hendak melakukan aksi tawuran menjadi sinyal serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan generasi muda di Balikpapan.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja tidak bisa dibebankan semata-mata kepada aparat penegak hukum atau pemerintah daerah.

Menurutnya, peristiwa ini merupakan alarm sosial yang menuntut keterlibatan semua pihak.

Hamid menyebut kejadian ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.

“Permasalahan ini tidak hanya dibebankan kepada apparat penegak hukum atau pemerintah. Orang tua, masyarakat, tokoh agama, dan lingkungan skeitar memiliki peran yang sama penting,” ujar Hamid, Rabu (21/1/2025).

Baca juga: 14 Remaja Balikpapan Diamankan Setelah Isu Tawuran: Minta Maaf dan Menangis, Ada Busur dan Celurit

Ia menilai lemahnya pengawasan keluarga, serta pengaruh negatif media sosial menjadi faktor utama yang mendorong remaja terlibat dalam aksi kekerasan. Tanpa kontrol yang memadai, anak-anak mudah terpengaruh tren negatif yang beredardi khalayak ramai.

Hamid menekankan, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Dalam artian, peran keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk sikap dan perilaku anak agar tidak mudah terprovokasi konflik.

Pihaknya terus mendorong sinergi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlinfungan Anak serta Keluarga Berencan (DP3AKB), juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan.

“Pendidikan moral dan agama harus ditanamkan sejak dini. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, di sanalan nilai-nilai dasar dibentuk,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved