Mogok Kapal Sungai Samarinda
Mogok Kapal karena BBM Subsidi, Buruh Dermaga Samarinda Terancam Tak Bisa Makan
Mogok kapal karena BBM subsidi membuat puluhan buruh dermaga Sungai Kunjang kehilangan nafkah
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mogok kapal akibat krisis BBM subsidi Samarinda-Mahulu kini berdampak langsung pada sektor kemanusiaan.
Penghentian operasional kapal angkutan sungai rute Samarinda–Mahakam Ulu (Mahulu) tidak hanya mengancam pasokan pangan di wilayah pedalaman, tetapi juga memutus mata pencaharian puluhan buruh bongkar muat di Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda.
Tak hanya mengancam pasokan pangan di pedalaman, mandeknya aktivitas di Dermaga Sungai Kunjang kini mencekik nasib puluhan buruh bongkar muat yang kehilangan mata pencaharian.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sungai Kunjang, Muhammad Hatta, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib anggotanya. Sejak kapal mogok beroperasi pada Sabtu, (24/1/2026) lalu, praktis tidak ada aktivitas ekonomi di pelabuhan.
Hatta menyebut ada sekitar 83 kepala keluarga yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari upah harian bongkar muat barang ke kapal-kapal tersebut.
Baca juga: 15 Kapal Mogok karena BBM Subsidi, Distribusi Samarinda-Mahulu Masuk Fase Kritis
"Dampaknya ya mereka tidak bisa makan. Kami di sini bekerja upah harian. Kalau kapal tersetop sampai besok atau lusa, anggota saya mau makan apa? Tabungan mereka sangat terbatas, paling bertahan satu-dua hari. Ini kondisi yang sangat tidak manusiawi," ujar kepada Tribunkaltim.co pada Senin (26/1/2026) saat ditemui di pelabuhan Sungai Kunjang.
Hingga saat ini, tercatat 15 dari 28 kapal sudah tambat dan berhenti beroperasi. Dermaga yang biasanya sibuk dengan aktivitas bongkar muat sembako kini sepi.
Truk-truk pengangkut beras dan kebutuhan pokok menuju hulu Mahakam hanya terparkir menunggu kepastian.
Ia mendesak pemerintah segera mencairkan subsidi BBM bagi kapal angkutan agar aktivitas dermaga kembali normal.
"Harapan kami hanya satu, teman-teman kapal dikasih BBM subsidi supaya muat lagi, kerja lagi teman-teman ini," pungkasnya. (*)
| Distribusi BBM Solar Kapal Sungai di Kaltim Lancar, Rute Hulu Mahakam Kembali Bergeliat |
|
|---|
| 4 Fakta 10 Kapal Sungai Mahakam Tujuan Mahulu Masih Belum Dapat BBM Subsidi |
|
|---|
| Dishub Kaltim Akui 13 SK Terbit soal BBM Subsidi Kapal, Sisanya Terganjal Administrasi |
|
|---|
| Persoalan Administratif Hambat Suplai BBM ke 10 Kapal, BPH Migas dan Dishub Kaltim Segera Proses |
|
|---|
| Aktivitas Kapal ke Mahulu Sudah Lumpuh 16 Hari, Harga Beras Nyaris Rp1 Juta per Karung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260126_Ketua-Serikat-Pekerja-Seluruh-Indonesia-SPSI-Sungai-Kunjang-Muhammad-Hatta.jpg)