Senin, 25 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

BMKG Ingatkan Warga Kaltim Waspada Terhadap Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Peringatan ini berlaku di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode 31 Januari hingga awal Februari 2026

Tayang:
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
PERINGATAN DINI - Ilustrasi banjir di Samarinda. BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pohon tumbang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem.

Peringatan ini berlaku di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode 31 Januari hingga awal Februari 2026.

Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam akibat fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, atau kekeringan panjang yang dipicu oleh dinamika atmosfer dan hidrologi, menyebabkan banjir, tanah longsor, kekeringan, badai, hingga gelombang tinggi.

Baca juga: Borneo FC Kudeta Klasemen Persija Jakarta, Menang Dramatis Atas PSIM di Samarinda

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Absar, mengungkapkan kondisi ini berdasarkan dinamika atmosfer.

BMKG mengamati fenomena La Nina melemah dan adanya perlambatan kecepatan angin di wilayah Pulau Kalimantan serta menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah perairan Selat Makassar mendorong peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kaltim.

Dengan kelembapan udara yang cukup basah pada setiap lapisan udara mendukung peluang pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kaltim. Suhu udara berada pada rentang 15 sampai 32 derajat celcius dengan tingkat kelembaban mencapai 47 hingga 100 persen.

Kondisi ini menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. “Keberadaan sistem siklonik serta konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar Laut Sulawesi dan Selat Makassar berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan di wilayah Kaltim, terutama kawasan pesisir,” jelasnya Minggu (1/2/2026).

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak sekunder dari cuaca ekstrem ini, seperti genangan air atau banjir, angin kencang dan pohon tumbang. Perhatian khusus diberikan bagi warga di wilayah Berau, Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Mahakam Ulu agar lebih siaga.

“Petir dan angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu, Berau, Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Samarinda, dan Balikpapan,” imbuh Huda.

Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya risiko kebakaran hutan dan lahan. Wilayah Kutai Barat dan Kutai Kartanegara diperkirakan memiliki tingkat kerawanan mudah hingga sangat mudah terbakar pada periode 31 Januari hingga 1 Februari 2026.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di sepanjang wilayah perairan Kalimantan Timur diprakirakan relatif rendah, dengan ketinggian gelombang mencapai sekitar 1 meter.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta kebakaran hutan dan lahan.

“Informasi cuaca terbaru dan lengkap dapat diakses melalui aplikasi resmi info BMKG maupun kanal media sosial resmi kami,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved