Jembatan Mahulu Ditabrak Ponton
3 Fakta Pengujian Jembatan Mahulu Samarinda: Metode hingga Hasil Proses Analisis
Untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur Jembatan Mahulu, tim ahli dari UGM melakukan pengujian teknis pada Rabu (4/2/2026).
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Jembatan Mahulu Samarinda kembali diuji pasca insiden benturan tongkang.
- Metode pengujian menggunakan truk berbobot delapan ton yang dijalankan melewati bidang kejut, menghasilkan getaran untuk dianalisis.
- Hasil analisis membutuhkan waktu sekitar satu minggu, dan akan menjadi dasar rekomendasi pemerintah daerah terkait langkah perbaikan jembatan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kondisi Jembatan Mahulu Samarinda kembali menjadi perhatian setelah insiden ditabrak tongkang untuk ketiga kalinya.
Jembatan ini dikenal sebagai jalur vital distribusi logistik di Samarinda, sehingga setiap gangguan berpotensi besar memengaruhi aktivitas ekonomi kota.
Untuk memastikan keamanan dan kelayakan struktur, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan serangkaian pengujian teknis pada Rabu (4/2/2026).
Baca juga: 3 Fakta Jembatan Mahulu di Samarinda Kembali Ditutup Besok, Usai Tiga Kali Ditabrak
Uji Dinamik
Pengujian difokuskan pada uji dinamik, yaitu metode analisis struktur dengan melihat getaran yang timbul akibat beban tertentu.
Tenaga Ahli Struktur UGM, Christopher Triyoso, menjelaskan bahwa setiap bangunan memiliki frekuensi getaran alami yang berkaitan dengan tingkat kekakuan.
“Apabila kekakuannya berubah, maka frekuensi dari struktur itu juga akan berubah,” ujarnya.
Metode Pengujian di Lapangan
Dalam praktiknya, tim menggunakan truk roda enam jenis Mitsubishi Canter berbobot sekitar delapan ton.
Truk dijalankan melewati bidang kejut berupa plat besi setinggi 20 cm dari permukaan aspal.
Hentakan tersebut menghasilkan getaran mendadak yang kemudian dianalisis untuk melihat respons jembatan.
Pengujian difokuskan pada bentang yang berkaitan langsung dengan pilar jembatan yang sebelumnya tertabrak tongkang.
Parameter kesehatan jembatan merujuk pada regulasi Surat Edaran Bina Marga, dengan indikator utama berupa perbandingan nilai frekuensi saat ini dengan data pengujian sebelumnya.
Jika data lama tidak tersedia, analisis dilakukan melalui pemodelan tiga dimensi (3D).
Proses Analisis
Christopher menegaskan bahwa hasil pengujian tidak bisa langsung disimpulkan di lapangan.
Data yang dihimpun membutuhkan waktu analisis sekitar satu minggu sebelum status final kelayakan jembatan diumumkan.
Baca juga: Jembatan Mahulu Samarinda Sudah 3 Kali Ditabrak Ponton, Ananda Moeis Soroti Kinerja KSOP dan Pelindo
“Kira-kira seminggu untuk kita memproses datanya,” jelasnya.
Hasil analisis frekuensi dan pemodelan 3D ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah perbaikan atau penguatan Jembatan Mahulu.
Masyarakat diimbau bersabar menunggu hasil resmi demi memastikan keamanan pengguna jembatan.
Jembatan Ditutup Sementara Selama Pengujian
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melakukan uji beban Jembatan Mahulu, Rabu (4/2/2026).
Pengujian pertama telah dilakukan sebelumnya pada Sabtu (17/1/2026) lalu setelah insiden kedua ditabrak oleh tongkang.
Jembatan yang menjadi jalur utama kendaraan berat keluar masuk Kota Samarinda itu, telah ditutup secara total pada pukul 10.20 WITA.
Penutupan jembatan ini telah diumumkan oleh Dinas Perhubungan sehari sebelum pengujian ini dilakukan, para pengguna jalan diarahkan untuk mencari jalan alternatif.
Baca juga: 3 Fakta Jembatan Mahulu di Samarinda Kembali Ditutup Besok, Usai Tiga Kali Ditabrak
Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co di lapangan, antrian kendaraan berat di bibir jembatan tidak terlalu menumpuk. Kondisi ini berbeda dengan pengujian sebelumnya yang menyebabkan antrian mengular.
Petugas Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Satpol PP terlihat berjaga di bibir jembatan sambil mengatur lalu lintas dan memberikan pengertian kepada para pengemudi untuk bersabar menunggu.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menjelaskan pengujian ini merupakan respons terhadap insiden ketiga ditabrak oleh tongkang.
"Jadi ingin menyampaikan kembali bahwa kami melakukan kembali uji dinamis dan uji non destructive test (NDT) ini karena kejadian di tanggal 25 Januari 2026," ujarnya.
3 Kali Ditabrak Tongkang Batu Bara
Berdasarkan catatan Tribunkaltim, Jembatan Mahulu telah tiga kali ditabrak oleh kapal tongkang yang menimbulkan kerusakan pada jembatan.
Insiden pertama, pada Selasa (23/12/2025), tiga buah pelindung jembatan atau fender dilaporkan hilang tersapu arus Sungai Mahakam.
Kerusakan kembali terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari, ketika salah satu struktur jembatan kembali tertabrak hingga menyebabkan salah satu pilar mengalami kerusakan rompal.
Kemudian kejadian ketiga, tertabraknya kembali fender dan pilar di Pilar P9 dan P10 yang secara visual tidak mengalami kerusakan yang serius.
Muhran bilang pengujian kali ini menggunakan tenaga ahli yang sama dengan pengujian sebelumnya.
Dia juga menambahkan, pengujian kedua jni sebenarnya ingin dilakukan sesegera mungkin, namun tim uji tengah berada di Ambon sehingga hari ini baru bisa dilaksanakan.
Selain itu, cuaca hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak pagi membuat pengujian sedikit molor dari jadwal yang ditentukan.
"Mohon maaf juga ini seharusnya tadi pagi jam 8, karena kondisi dan keadaan hujan baru kita laksanakan," jelasnya.
Lebih lanjut, Muhran berharap pengujian dapat berlangsung cepat, sehingga pihaknya dapat membuka lalu lintas sebelum jadwal yang ditentukan pada pukul 16.00 WITA.
Untuk hasil pengujian ini, nantinya akan keluar dalam waktu seminggu dari dilaksanakannya pengujian.
Muhran juga membeberkan hasil uji dinamis dan uji NDT pertama pada Sabtu (17/1/2026) lalu yang menunjukkan jembatan masih dalam kondisi aman.
"Jadi yang kemarin hasil pertama adalah memang kondisi ini sebenarnya jembatan kita sehat dan aman sebenarnya. Tetapi kami menyampaikan kembali ke masyarakat, kami artinya mengambil langkah kehati-hatian. Karena dengan tabrakan ketiga tentu saja kita juga belum bisa memastikan," paparnya.
Muhran juga meminta maaf atas ketidaknyamanan akibat penutupan total lalu lintas kendaraan di Jembatan Mahulu. Dia meminta masyarakat memahami kondisi yang terjadi demi keselamatan bersama.
"Ini kami sampaikan ke masyarakat bahwa kami, mohon maaf yang sebesar-besarnya ketidaknyamanan ini, tapi ini demi kepentingan kita bersama menjaga keamanan, keselamatan dan kesehatan daripada jembatan yang merupakan aset kita bersama," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260203_Uji-jembatan-mahulu-samarinda.jpg)