Berita Balikpapan Terkini
Pasca Rumah Rubuh Akibat Puting Beliung di Kampung Baru Balikpapan, BMKG Ingatkan Warga Waspada
BMKG merilis analisis cuaca terbaru sekaligus mengungkap penyebab utama terjadinya cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda
Penulis: Zainul | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Cuaca ekstrem mulai menunjukkan dampak serius di Kota Balikpapan.
Peristiwa angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi di Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Minggu sore (8/2/2026), bahkan menelan korban jiwa.
Pasca kejadian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis analisis cuaca terbaru sekaligus mengungkap penyebab utama terjadinya cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda wilayah Kalimantan Timur.
BMKG menjelaskan, cuaca ekstrem dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif yang berkembang sangat cepat di tengah kondisi atmosfer yang labil.
Baca juga: Mengenal Pasar Tumpah Pringgodani Balikpapan yang Dikunjungi Raffi Ahmad hingga Ariel NOAH
Fenomena ini muncul setelah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat mengguyur Balikpapan sejak siang hari.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebut awan konvektif menjadi pemicu utama hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang hingga berkembang menjadi puting beliung.
“Pertumbuhan awan konvektif terpantau cukup signifikan di atas wilayah Balikpapan. Kondisi ini memicu hujan lebat disertai aktivitas petir dan angin kencang dalam waktu singkat,” ujar Djoko kepada Tribunkaltim.co, Senin (9/2/2026).
BMKG mencatat, peristiwa puting beliung dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.35 WITA. Dampak terparah terpantau di kawasan Jalan Telaga Mas, Kampung Baru, Kecamatan Balikpapan Barat. Selain itu, laporan pohon tumbang juga diterima dari wilayah Gunung Pipa.
Djoko menjelaskan, secara dinamika atmosfer, kondisi cuaca saat itu memang sangat mendukung terjadinya cuaca ekstrem. Sejumlah indikator global dan regional menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk Kalimantan Timur.
“Kami mencatat nilai Southern Oscillation Index berada pada kategori positif signifikan. Selain itu, terdapat pengaruh ENSO, gelombang atmosfer Kelvin, serta indeks surge yang cukup kuat. Kombinasi ini memperkuat potensi pembentukan awan hujan intens,” jelasnya.
Tak hanya faktor global, kondisi lokal di Balikpapan juga turut memperparah situasi. BMKG mendeteksi adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalimantan Timur yang sangat mendukung pertumbuhan awan hujan.
Pantauan radar cuaca menunjukkan aktivitas awan hujan yang meningkat dan sulit diprediksi waktu kemunculannya.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama pada sore hingga malam hari.(*)
| Diplomasi Strategis Prabowo dalam Pandangan Rektor Uniba Balikpapan, Bukan Sekadar Bepergian |
|
|---|
| Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Dukung Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, Buka Sumbatan Ekonomi |
|
|---|
| Rutan Balikpapan Lepas 1 Pegawai untuk Tugas Bantuan Kendali Operasi di Papua |
|
|---|
| Razia Lapas Balikpapan, Petugas Temukan Pisau hingga Obeng di Blok Hunian |
|
|---|
| Pipi Terluka 9 Cm Saat Hadapi ODGJ di Balikpapan, Bripda Arbian: Saya Lega Warga Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260205_cuaca-mendung.jpg)