Berita Balikpapan Terkini
Pemkot Lelang Ulang RS Balikpapan Barat, Putus Kontrak Kontraktor Lambat
Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pembangunan rumah sakit di wilayah Balikpapan Barat
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pembangunan rumah sakit di wilayah Balikpapan Barat tetap dilanjutkan meskipun kontrak dengan penyedia jasa sebelumnya telah resmi diputus.
Pemutusan kontrak dilakukan karena pelaksanaan proyek dinilai tidak menunjukkan kemajuan signifikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, meski pemerintah telah memberikan kesempatan perpanjangan waktu.
Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, keputusan pemutusan kontrak diambil setelah kontraktor pelaksana diberikan perpanjangan waktu sebanyak dua kali.
Namun hingga batas waktu tersebut, progres pekerjaan di lapangan tidak mengalami perkembangan berarti.
Baca juga: Pembangunan RS Balikpapan Barat Belum Maksimal, DPRD Bakal Panggil Instansi Terkait
“Penyedia jasa sudah kami beri kelonggaran dan tambahan waktu. Tapi secara teknis maupun fisik di lapangan tidak ada perkembangan yang memadai. Karena itu, Pejabat Pembuat Komitmen memutuskan kontrak sebagai langkah administratif yang paling tepat,” ujarnya.
Walikota Rahmad menegaskan, pemutusan kontrak tersebut tidak mengubah komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas layanan kesehatan di Balikpapan Barat.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit di kawasan tersebut sangat dibutuhkan guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Rumah sakit di Balikpapan Barat adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan sekadar proyek, tapi bagian dari komitmen kami untuk pemerataan layanan kesehatan,” katanya.
Terkait kelanjutan proyek, Pemkot Balikpapan akan segera memproses lelang ulang agar pembangunan dapat diteruskan oleh penyedia jasa yang memiliki kemampuan dan komitmen lebih baik.
Ia berharap proses lelang ulang dapat berjalan lancar sehingga pembangunan rumah sakit tidak tertunda terlalu lama.
Rahmad juga menjelaskan, nilai kontrak proyek pembangunan rumah sakit tersebut sebelumnya mencapai lebih dari Rp100 miliar. Dari total anggaran itu, sekitar 20 persen telah dicairkan dan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dana yang sudah keluar itu secara administrasi clear. Kontraktor sudah menerima pembayaran sesuai progres yang dilaporkan, tetapi hasilnya tidak sebanding dengan target yang kami harapkan,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah, Rahmad memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti rumah sakit tidak boleh terhenti hanya karena kendala teknis pelaksanaan proyek.
“Efisiensi anggaran tetap kami lakukan, tapi pendidikan dan kesehatan tidak boleh dikorbankan. Kalau ada kendala, kita benahi, bukan dihentikan,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan pembangunan rumah sakit di Balikpapan Barat dapat segera dilanjutkan setelah proses lelang ulang selesai, sehingga masyarakat di wilayah tersebut bisa segera memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251609_Rahmad-Masud-Walikota-Balikpapan-Saat-Meninjau-Kampung-Atas-Air.jpg)