Berita Kaltim Terkini
Waspada Banjir Rob, Pasang Air Laut di Perairan Kaltim Diprediksi Capai 2,7 Meter
Ancaman banjir rob dan gangguan aktivitas maritim membayangi pesisir Kalimantan Timur.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ancaman banjir rob dan gangguan aktivitas maritim membayangi pesisir Kalimantan Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pasang air laut setinggi 2,7 meter yang diprediksi melanda perairan Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang periode 21–28 Februari 2026.
Kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat pesisir untuk lebih waspada terhadap potensi luapan air laut yang bisa datang sewaktu-waktu.
Carolina Meylita Sibarani, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, menegaskan bahwa fenomena ini memiliki dampak domino yang cukup signifikan bagi produktivitas warga.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltim Senin 15 Desember dari BMKG, Balikpapan Hujan Petir dan Samarinda Berawan
Pasang laut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
"Berpotensi menyebabkan genangan atau banjir rob di kawasan pesisir. Karena itu, langkah antisipasi sangat diperlukan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Selain mengancam kelancaran logistik di pelabuhan, kenaikan permukaan air ini juga berisiko merendam area pemukiman.
Keselamatan warga, terutama anak-anak yang sering bermain di area bibir pantai, menjadi poin utama yang harus diperhatikan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Titik Puncak Pasang di Berbagai Wilayah
Merujuk pada data prakiraan BMKG, perairan Balikpapan dijadwalkan menyentuh titik pasang tertinggi pada 22 Februari 2026 pukul 09.00 WITA dengan ketinggian 2,7 meter.
Adapun titik surut paling rendah diprediksi berada di angka 0,2 meter pada pukul 02.00 WITA di hari yang sama.
Peringatan serupa juga diarahkan untuk wilayah utara Kalimantan Timur.
Peringatan dini juga disampaikan bagi masyarakat di Teluk Sangkulirang. Di kawasan ini, pasang tertinggi diprakirakan terjadi pada 22 Februari 2026 dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 09.00 WITA.
Baca juga: BMKG Balikpapan Imbau Warga Kaltim Waspada Angin Puting Beliung di Peralihan Musim Hujan ke Kemarau
"Sedangkan surut terendah diperkirakan 0,1 meter pada 21 Februari 2026 pukul 02.00 WITA," katanya.
Sementara itu, di kawasan Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), elevasi air laut diprediksi mencapai puncaknya setinggi 2,6 meter pada 21 Februari 2026 pukul 09.00 WITA.
Di lokasi ini, air akan surut hingga 0,2 meter pada dini hari sebelumnya di pukul 02.00 WITA.
Kondisi paling ekstrem diperkirakan terjadi di Muara Sungai Berau. Pada 21 Februari 2026 pukul 11.00 WITA, pasang laut diprakirakan menembus angka 2,8 meter, dengan tingkat surut terendah di posisi 0,1 meter yang diprediksi terjadi pada pukul 17.00 WITA.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dan maritim melalui kanal resmi BMKG. (*)
| Bawa Dukungan Mayoritas DPC, Bambang Soepriyadi Maju Calon Ketua DPD Demokrat Kaltim |
|
|---|
| Raih Tiga Penghargaan, Pupuk Kaltim Pertahankan Predikat Tertinggi TOP CSR Awards 2026 |
|
|---|
| ASN Kementerian ESDM dan Pihak Swasta Tersangka Dugaan Korupsi Penjualan Batu Bara Ilegal CV ABI |
|
|---|
| Daftar Daerah di Kaltim yang Masih Gunakan Listrik Non PLN Terbanyak |
|
|---|
| Andreiy Syachrum Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Kaltim 2026-2030, Siap Hadapi Porprov Paser |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230626_Sapi-Terombang-Ambing-di-Lautan-Balikpapan.jpg)