Kamis, 4 Juni 2026

Ramadan 2026

Ratusan Narapidana Rutan Kelas I Samarinda Buka Puasa Bersama Keluarga

Suasana penuh haru menyelimuti pelataran Rutan Kelas I Samarinda, di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FARIKHIN
RAMADAN SAMARINDA 2026 - Suasana penuh haru menyelimuti pelataran Rutan Kelas I Samarinda, di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (24/2/2026). Ratusan warga binaan tampak larut dalam kebahagiaan saat mendapatkan kesempatan langka untuk berbuka puasa bersama keluarga tercinta di balik jeruji besi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Suasana penuh haru menyelimuti pelataran Rutan Kelas I Samarinda, di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (24/2/2026). 

Ratusan warga binaan tampak larut dalam kebahagiaan saat mendapatkan kesempatan langka untuk berbuka puasa bersama keluarga tercinta di balik jeruji besi.

Salah satu momen menyentuh datang dari Muhammad Yoga (22), seorang narapidana kasus narkoba.

Baginya, Ramadan tahun ini terasa sangat berbeda karena merupakan tahun pertamanya menjalani masa tahanan sejak masuk ke rutan pada Mei tahun lalu.

"Alhamdulillah, masih dikasih waktu bertemu keluarga. Walaupun sebentar, momen buka puasa seperti ini sangat berkesan dan mengobati rasa rindu," ujar Yoga dengan nada lirih.

Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Rutan Kelas IIA Balikpapan Gelar Kerja Bakti di Masjid Islamic Center

Didampingi istri, ibu, dan anaknya, Yoga menikmati hidangan rumah yang sengaja dibawakan keluarganya.

Ia mengaku momen ini menjadi bahan refleksi diri atas kesalahan masa lalu.

"Rasanya sedih karena biasanya buka di luar. Tapi ini kesalahan saya, mungkin ini teguran dari Tuhan," tuturnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Bima Nugraha, menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan program resmi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kaltim, di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selain bertujuan mempererat hubungan emosional warga binaan dengan keluarga, program ini juga menjadi strategi untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam rutan.

"Harapannya, warga binaan bisa lebih tenang setelah bertemu keluarga, sehingga kondisi rutan tetap kondusif dan aman," jelas Bima.

Prosedur Ketat dan Jadwal Berkala

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan selama bulan suci Ramadan. Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 237 warga binaan ikut serta.

Guna menjaga ketertiban, pihak rutan menerapkan aturan ketat:

  • Kapasitas Pengunjung: Maksimal tiga orang anggota keluarga per narapidana.
  • Sistem Identifikasi: Pengunjung diberikan tanda khusus berupa kabel pengaman berwarna dan nomor antrean.
  • Keamanan Berlapis: Melibatkan seluruh petugas untuk pemeriksaan barang bawaan, pendaftaran, hingga pemindaian sidik jari (fingerprint) bagi warga binaan.

Agenda Religi Selama Ramadan

Tak hanya buka bersama, Rutan Kelas I Samarinda juga mengintensifkan kegiatan spiritual bagi warga binaan. Agenda rutin meliputi pengajian harian, salat Tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur'an.

Bahkan, pada hari-hari tertentu, pihak rutan mendatangkan ustaz untuk memberikan tausiyah menjelang berbuka.

"Semua kegiatan tetap mengutamakan keamanan. Jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan, tentu akan kami evaluasi demi kenyamanan bersama," pungkas Bima.

(TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FARIKHIN)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved