Senin, 20 April 2026

Berita Berau Terkini

Libur Lebaran 2026, Disbudpar Berau Ajak Wisatawan Bawa Tumbler Sendiri

Libur Lebaran 2026 diprediksi ramai, Disbudpar Berau ajak wisatawan bawa tumbler sendiri dan patuhi SOP demi menjaga kelestarian destinasi.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
AJAKAN BAWA TUMBLER - Ilustrasi keberadaan kampung Maratua. Menjelang musim libur Lebaran 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengimbau para wisatawan untuk membawa botol minum atau tumbler sendiri saat berkunjung ke destinasi wisata. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 
Ringkasan Berita:
  • Disbudpar Berau imbau wisatawan kurangi sampah plastik saat libur Lebaran 2026.
  • Pengunjung diminta mematuhi SOP di setiap objek wisata demi keamanan dan kelestarian.
  • Kreator konten diajak membuat promosi edukatif dan bertanggung jawab.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Menjelang musim libur Lebaran 2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengimbau para wisatawan untuk membawa botol minum atau tumbler sendiri saat berkunjung ke destinasi wisata.

Langkah sederhana ini dinilai mampu mengurangi sampah plastik sekali pakai yang berpotensi meningkat seiring lonjakan pengunjung selama libur Idulfitri.

Kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian alam menjadi kunci keberlanjutan pariwisata di Bumi Batiwakkal.

Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menekankan pentingnya sikap bertanggung jawab selama berwisata, terutama dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Disbudpar Berau Prioritaskan Tiga Zona Wisata, Fokus Sulap Berau Jadi Magnet Wisatawan Dunia

“Jadilah wisatawan yang bertanggung jawab juga ya, punya tanggung jawab moril untuk destinasi wisata yang dikunjungi,” ujar Samsiah, kepada Tribunkaltim.co, Jumat (27/2/2026).

Selain persoalan kebersihan, wisatawan juga diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku di setiap objek wisata.

Saat ini, masing-masing destinasi telah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan pengelola untuk menjamin keamanan serta menjaga ekosistem lokal.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dasar yang tercantum dalam SOP merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi semua pengunjung.

Baca juga: Disbudpar Berau Bangun Gapura, Museum Sejarah dan Revitalisasi Museum Batu Bara di Teluk Bayur

Tak hanya itu, Samsiah juga menyasar kalangan milenial dan kreator konten agar lebih bijak dalam memproduksi materi di media sosial.

Ia mendorong agar konten yang dibuat di lokasi wisata tidak sekadar berorientasi pada estetika, tetapi juga mengandung pesan edukatif.

Dengan begitu, unggahan di media sosial dapat menjadi promosi positif sekaligus gratis bagi destinasi wisata Berau tanpa mengabaikan aspek pelestarian.

“Kemudian juga mematuhi aturan-aturan yang ada di situ, mungkin aturannya banyak ya, yang basic-basic kan pasti ada di SOP-nya, tapi itu lebih kepada bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved