Berita Samarinda Terkini
Gema Kendaraan di Terowongan Samarinda Nyaring, Kontraktor Jamin Struktur Kokoh
Gema suara kendaraan di Terowongan Samarinda saat sidak DPRD menuai sorotan.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Gema kendaraan terdengar nyaring saat inspeksi DPRD di Terowongan Samarinda.
- Kontraktor menegaskan kebisingan dan getaran sudah diperhitungkan dalam desain.
- Tambahan anggaran Rp90 miliar diajukan untuk penguatan inlet dan outlet.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Suara gema kendaraan yang terdengar cukup bising di dalam Terowongan Samarinda saat inspeksi mendadak DPRD hari ini, Senin (2/3/2026), memunculkan pertanyaan terkait dampaknya terhadap ketahanan struktur.
Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co di lokasi, seorang petugas melintas menggunakan sepeda motor dari sisi outlet menuju inlet.
Suara mesin yang memantul di dinding beton menimbulkan gema keras di ruang terowongan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran apakah frekuensi suara dan getaran kendaraan, terutama jika volume lalu lintas meningkat, dapat memengaruhi kekuatan konstruksi.
Baca juga: DPRD Samarinda Sidak Terowongan, Soroti Tambahan Anggaran Rp90 Miliar
Menanggapi hal itu, Cost Control PT PP Proyek Terowongan Samarinda, Reyhan Suryabaika, menegaskan bahwa faktor kebisingan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur.
“Walaupun secara pemodelan sudah ada dari desain suara, desain kecepatan dan lain-lain itu sudah diperhitungkan. Jadi kalau efek suara itu tidak signifikan terhadap struktur yang ada,” jelasnya pada TribunKaltimco.
Menurut Reyhan, dalam tahap perencanaan, aspek beban dinamis termasuk suara dan kecepatan kendaraan telah dimasukkan dalam pemodelan desain, sehingga tidak menjadi variabel yang mengancam ketahanan terowongan.
Sementara itu, terkait rencana pengajuan tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar, Reyhan memaparkan bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi sejumlah pekerjaan penguatan di sisi inlet dan outlet.
Baca juga: Layak Secara Fisik, Operasional Terowongan Samarinda Masih Tunggu Restu Kementerian PUPR
Di antaranya adalah pekerjaan regrading atau pelandaian struktur lereng di sisi inlet, penambahan struktur ground anchor dan waller beam di sisi inlet, serta pekerjaan backfill atau timbunan kembali di atas perpanjangan struktur terowongan.
Ia menambahkan bahwa penguatan serupa juga diterapkan di sisi outlet, dengan perbedaan bahwa di sisi tersebut tidak dilakukan pekerjaan pelandaian lereng, melainkan hanya penambahan perkuatan melalui ground anchor dan waller beam.
“Ya memang sebenarnya secara pekerjaan ground anchor itu memang sudah cukup mahal per meternya. Jadi memang kita kemarin ada pengajuan sementara di kurang lebih di Rp 90 miliar,” paparnya.
Terkait perbaikan lereng tersebut juga merupakan bagian dari permintaan uji Komite Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Reyhan menyebut desain penguatan telah melalui proses asistensi cukup lama.
Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Soroti Proyek Terowongan dan Serapan Anggaran PUPR
“Dari 2024 kita juga sudah melakukan asistensi sampai dengan sekarang. Dan sekarang dilanjutkan ke tahapan langsung ke layak fungsi. Jadi desainnya sudah digabung secara prosedural ke layak fungsi,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan apakah tambahan Rp90 miliar tersebut menjamin tidak terjadi longsor kembali, Reyhan menegaskan bahwa secara teknis faktor keamanan telah diperhitungkan.
“Secara pemodelan dan perhitungan struktur sudah kita upayakan safety factornya sudah memenuhi,” pungkasnya. (*)
| Aliansi Masyarakat Kaltim Desak Gubernur Mundur, Donasi Hari Pertama Capai Rp20 Juta |
|
|---|
| Keluarga Minta Audit Independen Dugaan Malapraktik di RSUD AWS Samarinda, Awal Mula Luka Bayi |
|
|---|
| Perda TBC Disosialisasikan, Pemkot Samarinda Serius Tekan Kasus Tuberkulosis |
|
|---|
| Inilah Tarif Retribusi Kebersihan Sampah di Samarinda Tahun 2026, Pakai Skema Klasifikasi Baru |
|
|---|
| WFH ASN Samarinda tak Lebih Ringan dari Work From Office, Pemkot Terapkan Sistem Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260302_Kondisi-bagian-dalam-Terowongan-Samarinda-yang-telah-rampung-secara-struktur.jpg)