Minggu, 3 Mei 2026

Ramadan 2026

Dinkes Kutai Timur Imbau Warga Waspada Takjil Berwarna Mencolok

Dinas Kesehatan Kutai Timur mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli takjil Ramadan 2026.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
TAKJIL WARNA MENCOLOK - Dinas Kesehatan Kutai Timur mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli takjil Ramadan, terutama produk dengan warna mencolok yang berpotensi menggunakan pewarna berbahaya. Edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian pengawasan pangan yang dilakukan di sejumlah titik di Sangatta. (TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS) 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Kutai Timur kumpulkan sampel takjil untuk cegah bahan berbahaya.
  • Warga diminta teliti, warna mencolok belum tentu aman dikonsumsi.
  • Pedagang siap ikuti arahan demi jaga kepercayaan pembeli.

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dinas Kesehatan Kutai Timur mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli takjil Ramadan 2026.

Terutama produk dengan warna mencolok yang berpotensi menggunakan pewarna berbahaya.

Edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian pengawasan pangan yang dilakukan di sejumlah titik di Sangatta.

Pengawasan dilakukan bersamaan dengan pembinaan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah agar memproduksi pangan yang higienis tanpa menggunakan zat kimia berbahaya.

Baca juga: Dinkes Kutim Gandeng BPOM Uji 50 Sampel Bahan Takjil, Cegah Formalin dan Boraks

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kutim, Ahsan Zainudin, menegaskan pentingnya peran konsumen dalam menjaga keamanan pangan.

Ia menyebut tampilan fisik makanan sering kali menjadi daya tarik utama, padahal warna yang terlalu mencolok dapat menimbulkan kecurigaan terhadap jenis pewarna yang digunakan.

"Konsumen diharapkan lebih teliti dalam membeli barang pangan karena salah satu penarik bagi konsumen adalah warna yang sangat menarik, tapi itu tidak selamanya bagus untuk dikonsumsi," terangnya, Senin (2/3/2026).

Selain pengawasan, Ahsan menambahkan bahwa pembinaan terhadap UMKM menjadi prioritas agar mereka mampu menghasilkan produk berkualitas tanpa bergantung pada bahan tambahan yang berisiko bagi kesehatan.

Baca juga: 4 Lokasi di Kutai Timur Jadi Fokus Pengawasan Takjil, Cek Boraks dan Formalin

Upaya edukasi tersebut mendapat respons positif dari pedagang.

Salah satu pedagang di pasar, Maryani, mengaku siap mengikuti arahan pemerintah demi menjaga kepercayaan pembeli.

"Kami sebenarnya ingin jualan aman dan pembeli juga percaya. Kalau ada arahan dari dinas soal bahan yang tidak boleh dipakai, tentu kami ikut supaya dagangan kami tetap laku dan tidak membahayakan," tutur Maryani.

Melalui pengawasan dan edukasi berkelanjutan ini, Dinas Kesehatan Kutai Timur berharap peredaran takjil selama Ramadan 2026 tetap aman.

Sehingga, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved