Mudik Lebaran
Dishub Samarinda Ingatkan Pemudik Istirahat Tiap 4 Jam untuk Cegah Kecelakaan
Dishub Samarinda mengingatkan pemudik untuk tidak memaksakan diri berkendara.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mengingatkan para pemudik untuk mengatur waktu istirahat secara disiplin, dengan jeda setiap empat jam perjalanan guna mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan selama arus mudik Lebaran.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan dan pengawasan petugas, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi.
“Imbauannya masyarakat pemudik mohon periksa kendaraannya. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, periksa kendaraannya seperti ban, rem, dan kondisi fisik lainnya. Kemudian siapkan kondisi fisik pengendaranya juga,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menyoroti bahwa kelelahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh. Karena itu, pengaturan waktu berkendara harus menjadi perhatian serius.
Baca juga: Dishub Samarinda Gelar Ramp Check Kapal di Dermaga Sungai Kunjang, Temukan Life Jacket Rusak
“Misalnya perjalanan jauh anggap 12 jam, maka per 4 jam harus istirahat atau lakukan pergantian driver,” tegasnya.
Di sisi lain, Dishub Samarinda memastikan pengawasan lalu lintas tetap berjalan optimal selama periode mudik.
Meski peningkatan arus kendaraan di Samarinda dinilai tidak terlalu signifikan setiap tahunnya, langkah antisipatif tetap dilakukan.
“Kalau dari tahun ke tahun memang tidak signifikan untuk bangkitan perjalanan di Kota Samarinda,” jelasnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dishub Samarinda telah menempatkan personel di berbagai posko strategis bersama Satlantas, mulai dari bandara, terminal, hingga posko terpadu.
Baca juga: Dishub Samarinda Prediksi Mobilitas Warga Mulai Memuncak pada H-7 Lebaran
“Tapi kami sudah menempatkan personel bersama teman-teman Satlantas (Satuan Lalu Lintas) di posko-posko di bandara, di terminal, kemudian posko terpadu yang ada di Taman Samarendah,” paparnya.
Selain itu, pengawasan juga diperluas ke sejumlah titik vital seperti Pelabuhan Sungai Kunjang, Pelabuhan Pasar Pagi, Terminal Sungai Kunjang, hingga Terminal Samarinda Seberang.
Dishub Samarinda juga menerapkan patroli mobile untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung dan merespons cepat potensi gangguan di lapangan.
“Dan kami mobile juga untuk mengecek daerah-daerah yang memerlukan kondisi lalu lintas masyarakat,” pungkasnya. (*)
| Momen Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ada Penumpang Bingung Cari Penjemput |
|
|---|
| Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam |
|
|---|
| Arus Lalu-lintas Samarinda Meningkat, Arena Jembatan Mahkota 2 dan Big Mall jadi Titik Kepadatan |
|
|---|
| Mobilitas Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Melandai tanpa Lonjakan Ekstrem |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran H+4 Lebaran 2026 Lengang, Penumpang Pelabuhan Kariangau Turun 55 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260316-Terminal-Tipe-A-Samarinda-Seberang.jpg)