Mudik Lebaran
Antisipasi Mudik Lebaran, 33 Ambulans Disiagakan EMT-ITS di Samarinda
EMT-ITS Samarinda siagakan 33 ambulans untuk antisipasi darurat selama arus mudik Lebaran
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Siaga medis Lebaran 2026 di Samarinda diperkuat melalui pengerahan 33 ambulans oleh Emergency Medical Team-Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Idulfitri.
Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H / 2026 M, Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) mempertebal kesiapsiagaan medis.
Sebanyak 33 unit armada ambulans dikerahkan secara serentak di berbagai titik strategis dan rawan kecelakaan di Kota Samarinda.
Antisipasi Keadaan Darurat
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi cepat terhadap potensi keadaan darurat, baik kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kesehatan mendadak yang kerap meningkat selama masa Lebaran.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, menegaskan bahwa penempatan puluhan armada ini merupakan komitmen relawan dalam memberikan rasa aman bagi warga Kalimantan Timur, khususnya di Kota Tepian.
Baca juga: Kemenag Samarinda Tidak Melihat Hilal, Penetapan 1 Syawal Tunggu Sidang Isbat
"Kami menyiagakan 33 ambulans di titik-titik yang kami nilai memiliki kerawanan tinggi, baik dari sisi gangguan kamtibmas maupun potensi kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik," ujar pria yang akrab disapa Jokis, pada Rabu (18/3/2026).
Target Waktu Respons Cepat
Strategi penyebaran armada secara tersebar di beberapa titik dilakukan bukan tanpa alasan. EMT-ITS mematok standar tinggi untuk waktu tanggap darurat atau response time guna meminimalisir fatalitas korban di lapangan.
“Target kami, waktu respons ambulans harus di bawah 10 menit sejak laporan diterima hingga tiba di lokasi kejadian. Dengan armada yang tersebar, petugas bisa lebih dekat dengan titik darurat,” jelasnya.
Jokis juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat jika menemukan atau mengalami situasi kritis. Warga dapat langsung menghubungi Call Center 112 atau mendatangi posko relawan terdekat yang berjaga selama 24 jam.
Ia menekankan pentingnya ketenangan saat menghadapi situasi darurat agar informasi yang disampaikan kepada petugas valid dan penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Baca juga: Aksi Pengeroyokan di Samarinda, 6 Pelaku Ditangkap, Korban Nyaris Dibacok
Dengan kesiapsiagaan penuh dari EMT-ITS, diharapkan momentum Lebaran 2026 di Samarinda dapat berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali dari sisi pelayanan medis.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Jika terjadi sesuatu, segera hubungi layanan darurat atau relawan terdekat sambil menunggu petugas tiba di lokasi,” tutupnya. (*)
| Momen Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ada Penumpang Bingung Cari Penjemput |
|
|---|
| Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam |
|
|---|
| Arus Lalu-lintas Samarinda Meningkat, Arena Jembatan Mahkota 2 dan Big Mall jadi Titik Kepadatan |
|
|---|
| Mobilitas Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Melandai tanpa Lonjakan Ekstrem |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran H+4 Lebaran 2026 Lengang, Penumpang Pelabuhan Kariangau Turun 55 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260319_Emergency-Medical-TeamInfo-Taruna-Samarinda-EMT-ITS-Tambahkan-Ambulans.jpg)