Selasa, 9 Juni 2026

Berita Kukar Terkini

Fenomena Badut Jalanan di Kukar, Dinsos: Ada Dugaan Koordinator dan Sewa Kostum

Fenomena badut jalanan di Tenggarong makin marak, Dinsos Kukar sebut sebagai pola baru praktik mengemis

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
FENOMENA BADUT JALANAN - Ilustrasi kostum badut yang disita oleh Satpol PP Samarinda. Fenomena badut jalanan di Tenggarong makin marak, Dinsos Kukar sebut sebagai pola baru praktik mengemis. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena badut jalanan semakin marak di persimpangan Tenggarong, Kutai Kartanegara.
  • Dinsos menilai aktivitas ini bagian dari praktik mengemis dengan pola baru.
  • Masyarakat diminta tidak memberi uang agar fenomena ini tidak terus berkembang.

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Fenomena badut jalanan kini semakin marak terlihat di sejumlah persimpangan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Kehadiran mereka menjadi pemandangan yang tidak asing bagi pengguna jalan, terutama saat lampu merah.

Tidak hanya anak-anak, sejumlah orang dewasa juga terlihat mengenakan kostum badut berwarna-warni. Sebagian di antaranya berusaha menghibur pengguna jalan, namun tidak sedikit pula yang secara langsung meminta uang.

Kondisi ini memunculkan beragam respons dari masyarakat, mulai dari rasa simpati hingga kekhawatiran terhadap ketertiban umum.

Dinsos: Pola Baru Praktik Mengemis

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Dinas Sosial Kutai Kartanegara, Sunarko, menilai fenomena ini bukan sekadar bentuk kreativitas.

Baca juga: Safari Ramadan ke Kukar hingga Mahulu, Wagub Seno Aji Catat Progres Pembangunan Jalan Kaltim

Menurutnya, kemunculan badut jalanan justru mengarah pada pola baru praktik mengemis yang semakin beragam.

“Variasinya sekarang makin beragam. Ada yang pakai kostum badut, ada juga yang terang-terangan meminta,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Sunarko menegaskan bahwa praktik ini sebenarnya bukan hal baru, namun kini mengalami perkembangan dalam bentuk dan cara pendekatan kepada masyarakat.

Dugaan Adanya Koordinator

Dari hasil pemantauan di lapangan, Dinas Sosial juga menemukan indikasi adanya pihak tertentu yang diduga berperan sebagai koordinator.

Pihak tersebut diduga menyewakan kostum badut kepada anak-anak untuk digunakan di jalan.

Baca juga: Pola Baru Pengemis di Tenggarong Kukar, Badut Jalanan Menjamur dan Dinsos Minta Ketertiban Umum

Temuan ini menambah kompleksitas persoalan, karena tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga kemungkinan adanya sistem yang terorganisir di balik aktivitas tersebut.

Sunarko menekankan bahwa fenomena ini akan sulit dihentikan apabila masyarakat masih memberikan uang secara langsung kepada badut jalanan.

“Selama masih diberi, mereka akan terus bermunculan. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang di jalan,” tegasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved