Rabu, 10 Juni 2026

Berita Kuka Terkini

Libur Lebaran 2026, Museum Mulawarman Kukar Dipadati Pengunjung, Jejak Sejarah Jadi Daya Tarik

Pengunjung meningkat dari rata-rata 100-150 orang per hari menjadi sekitar 500 orang, bahkan mendekati 1.000 orang saat puncak kunjungan.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
DIPADATI PENGUNJUNG - Suasana di Museum Mulawarman yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 26, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi kalimantan Timur selama libur Idulfitri 1447 H. Libur Lebaran pun menjadi momentum tersendiri bagi Museum Mulawarman bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar lintas generasi, di mana cerita masa lalu kembali hidup melalui langkah-langkah kecil para pengunjung hari ini. 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah pengunjung meningkat dari rata-rata 100–150 orang per hari menjadi sekitar 500 orang, bahkan mendekati 1.000 orang saat puncak kunjungan.
  • Museum yang menyimpan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara ini menjadi destinasi favorit keluarga sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal sejarah daerah.
  • Pengunjung mengapresiasi kondisi museum yang bersih dan terawat, serta menilai kunjungan ini penting untuk menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda.

 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Riuh tawa anak-anak berpadu dengan langkah kaki pengunjung yang tak henti berdatangan mewarnai suasana Museum Mulawarman yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 26, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi kalimantan Timur selama libur Idulfitri 1447 H.

Di antara lorong-lorong bersejarah yang menyimpan jejak Kesultanan Kutai Kartanegara, museum ini menjelma menjadi destinasi favorit wisata keluarga.

Memasuki hari kedua hingga ketiga Lebaran, lonjakan pengunjung terasa signifikan. 

Asran, tour guide sekaligus pengelola museum, menyebut peningkatan ini jauh melampaui hari biasa.

“Alhamdulillah, di hari kedua Lebaran sampai hari ini pengunjung meningkat jauh dibandingkan hari biasa,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Fenomena Badut Jalanan di Kukar, Dinsos: Ada Dugaan Koordinator dan Sewa Kostum

Jika pada hari normal jumlah pengunjung berkisar antara 100 hingga 150 orang, saat libur Lebaran angka itu melonjak hingga sekitar 500 orang per hari. 

Bahkan, pada momen puncak, jumlahnya diperkirakan mendekati seribu pengunjung dalam sehari.

Menurut Asran, tren peningkatan ini mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran dan berlanjut hingga hari ketiga yang bertepatan dengan akhir pekan. 

“Rata-rata puncaknya di hari kedua dan ketiga, hampir sama ramai dengan hari Minggu kemarin,” tambahnya.

Tak hanya didominasi wisatawan lokal, museum ini juga menarik minat pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara meski dalam jumlah terbatas. 

Hal ini menunjukkan daya tarik sejarah Kutai yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.

Di antara ratusan pengunjung yang memadati museum, Edi, warga Balikpapan, menjadi salah satu yang datang bersama keluarganya. 

Baca juga: Pola Baru Pengemis di Tenggarong Kukar, Badut Jalanan Menjamur dan Dinsos Minta Ketertiban Umum

Perjalanan yang ia tempuh sejak pagi bukan sekadar untuk berlibur, melainkan membawa misi memperkenalkan sejarah kepada cucu-cucunya.

“Saya dari Balikpapan, sengaja ke sini karena ingin memperkenalkan kepada cucu-cucu saya. Museum ini kan salah satu yang tertua di Kalimantan Timur,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved