Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

5 Daerah Penghasil Sampah Terbanyak di Kalimantan Timur, Ini Datanya

Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Kalimantan Timur seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Tayang:
Editor: Heriani AM
TRIBUN KALTIM
PENGHASIL SAMPAH TERBANYAK - Ilustrasi penanganan sampah di TPS zona merah Samarinda dikeroyok lintas OPD dengan dukungan alat berat untuk mengurai tumpukan jelang Lebaran. Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Kalimantan Timur seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. (HO/PemkotSamarinda) 
Ringkasan Berita:
  • Data Badan Pusat Statistik 2024: Samarinda jadi penghasil sampah terbesar di Kaltim (220 ribu ton/tahun), disusul Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
  • Balikpapan dan Bontang unggul dalam pengelolaan, hampir seluruh sampah berhasil ditangani, berbanding terbalik dengan beberapa daerah lain.
  • Urbanisasi picu lonjakan sampah; pengurangan dari sumber dan penguatan pengolahan jadi kunci atasi krisis sampah di Kaltim.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Kalimantan Timur seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Data terbaru tahun 2024 menunjukkan volume timbulan sampah terus bertambah, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat mobilitas dan konsumsi yang tinggi.

Perbedaan jumlah sampah antar daerah pun terlihat cukup mencolok, baik di tingkat kabupaten maupun kota.

Selain besaran timbulan, kinerja pengelolaan juga menjadi sorotan, mencakup upaya pengurangan dari sumber, penanganan, hingga persentase sampah yang berhasil dikelola secara keseluruhan.

Sejumlah daerah seperti Kota Samarinda dan Balikpapan tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar di Kalimantan Timur.

Baca juga: Kapan Musim Kemarau 2026? Ini Prediksi BMKG dan Daftar Daerah yang Lebih Awal Alami Musim Kering

Namun, capaian pengelolaannya tidak selalu sebanding, sehingga menunjukkan adanya tantangan dalam sistem pengelolaan sampah yang perlu terus diperbaiki.

Timbulan sampah diukur dalam satuan ton per tahun, sementara kinerja pengelolaannya dilihat dari tiga indikator utama, yakni persentase pengurangan sampah, persentase penanganan sampah, serta total sampah terkelola.

Pengurangan sampah merujuk pada upaya mengurangi jumlah sampah sejak dari sumbernya, misalnya melalui pembatasan penggunaan plastik sekali pakai atau program daur ulang.

Penanganan sampah adalah proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah agar tidak mencemari lingkungan.

Sementara sampah terkelola merupakan gabungan dari pengurangan dan penanganan, yang menunjukkan berapa persen total sampah yang berhasil dikelola dengan baik.

Baca juga: Sampah saat Ramadhan Terkendali, DLH Balikpapan Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan di Malam Lebaran

Berdasarkan data yang diolah BPS dari Kementerian Lingkungan Hidup, berikut 5 daerah di Kalimantan Timur dengan timbulan sampah tahunan terbesar pada 2024:

SAMPAH DI KALTIM - Ilustrasi tumpukan sampah. Berikut daerah di Kalimantan Timur dengan penghasil sampah terbanyak berdasarkan data BPS yang diolah dari Kementerian Lingkungan Hidup
SAMPAH DI KALTIM - Ilustrasi tumpukan sampah. Berikut daerah di Kalimantan Timur dengan penghasil sampah terbanyak berdasarkan data BPS yang diolah dari Kementerian Lingkungan Hidup (Grafis Tribun Kaltim/Canva)

1. Kota Samarinda – 220.209,83 Ton per Tahun

Posisi pertama ditempati oleh Samarinda dengan timbulan sampah mencapai 220.209,83 ton per tahun.

Angka ini menjadikan ibu kota provinsi tersebut sebagai penyumbang sampah terbesar di Kalimantan Timur.

Namun, dari sisi pengelolaan, tantangan masih cukup besar.

Persentase pengurangan sampah tercatat sebesar 8,24 persen.

Artinya, hanya sebagian kecil sampah yang berhasil dikurangi dari sumbernya sebelum masuk ke sistem pengelolaan.

Sementara itu, penanganan sampah berada di angka 39,88 persen. Jika digabungkan, total sampah terkelola di Samarinda mencapai 48,12 persen.

Dengan kata lain, lebih dari separuh sampah tahunan di kota ini belum sepenuhnya tertangani secara optimal.

2. Kota Balikpapan – 195.151,92 Ton per Tahun

Di posisi kedua terdapat Balikpapan dengan timbulan sampah sebesar 195.151,92 ton per tahun.

Sebagai kota industri dan pintu gerbang utama Kalimantan Timur, tingginya aktivitas ekonomi turut berkontribusi terhadap volume sampah.

Meski demikian, Balikpapan menunjukkan performa pengelolaan yang relatif baik.

Pengurangan sampah mencapai 25,02 persen, sementara penanganan sampah sebesar 72,28 persen. Total sampah terkelola di kota ini mencapai 97,30 persen.

Angka tersebut menempatkan Balikpapan sebagai salah satu daerah dengan sistem pengelolaan sampah paling efektif di provinsi ini.

3. Kutai Kartanegara – 135.200,79 Ton per Tahun

Kabupaten Kutai Kartanegara berada di urutan ketiga dengan timbulan sampah tahunan sebesar 135.200,79 ton.

Untuk indikator pengelolaan, pengurangan sampah di wilayah ini tercatat 15,68 persen. Penanganan sampah berada di angka 57,94 persen. Secara keseluruhan, sampah terkelola mencapai 73,62 persen.

Sebagai kabupaten dengan wilayah luas dan jumlah penduduk besar, tantangan distribusi layanan pengangkutan dan pengolahan sampah menjadi faktor penting dalam meningkatkan angka pengelolaan.

4. Kutai Timur – 79.082,18 Ton per Tahun

Urutan keempat ditempati oleh Kutai Timur dengan total timbulan sampah sebesar 79.082,18 ton per tahun.

Persentase pengurangan sampah di daerah ini tercatat 9,35 persen. 

Sementara penanganan sampah berada di angka 49,60 persen. Dengan demikian, total sampah terkelola mencapai 58,95 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang perbaikan, terutama dalam meningkatkan upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

5. Berau – 52.732,10 Ton per Tahun

Posisi kelima diduduki oleh Berau dengan timbulan sampah mencapai 52.732,10 ton per tahun.

Berau mencatat persentase pengurangan sampah sebesar 17,45 persen.

Penanganan sampah berada di angka 64,33 persen, sehingga total sampah terkelola mencapai 81,78 persen.

Sebagai daerah yang juga dikenal dengan sektor pariwisata alamnya, pengelolaan sampah menjadi aspek penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Gambaran Daerah Lain di Kalimantan Timur

Selain lima daerah dengan timbulan tertinggi, beberapa wilayah lain juga memiliki angka signifikan.

Kabupaten Paser menghasilkan 44.299,90 ton sampah per tahun dengan total pengelolaan 72,06 persen.

Penajam Paser Utara mencatat 36.427,00 ton dengan 65,18 persen sampah terkelola.

Kota Bontang menghasilkan 38.962,93 ton sampah per tahun, namun mencatat kinerja sangat tinggi dengan 99,68 persen sampah terkelola, terdiri dari 28,56 persen pengurangan dan 71,12 persen penanganan.

Kutai Barat menghasilkan 26.297,37 ton per tahun dengan total pengelolaan 41,28 persen. Sementara Mahakam Ulu menjadi yang terendah dari sisi volume, yakni 6.744,85 ton per tahun, dengan total pengelolaan 38,15 persen.

Tantangan dan Peluang Pengelolaan Sampah

Tingginya timbulan sampah di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan menunjukkan korelasi antara urbanisasi dan produksi limbah.

Kota dengan jumlah penduduk padat serta aktivitas perdagangan dan jasa yang tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak sampah rumah tangga maupun komersial.

Namun demikian, data juga menunjukkan bahwa besarnya timbulan tidak selalu sejalan dengan rendahnya pengelolaan.

Balikpapan dan Bontang menjadi contoh daerah dengan tingkat pengelolaan mendekati sempurna, meskipun volume sampahnya tinggi.

Ke depan, peningkatan pengurangan sampah di sumber—melalui edukasi masyarakat, pemilahan sampah, dan penguatan bank sampah—menjadi kunci utama.

Selain itu, pengembangan fasilitas pengolahan seperti tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan optimalisasi tempat pemrosesan akhir (TPA) sangat diperlukan untuk menekan angka sampah yang belum terkelola.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved