Sabtu, 18 April 2026

Kecelakaan di Balikpapan

Wakil Walikota Balikpapan Bagus Soroti Fenomena Pelajar Dibebaskan Bawa Kendaraan Sendiri

Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo menyoroti kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan pelajar SMA Negeri 6 Balikpapan.

|
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAEDAH
KECELAKAAN MAUT BALIKPAPAN - Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo saat diwawancarai TribunKaltim.co usai menghadiri Rapat Paripurna di Hotel Senyiur Balikpapan, Senin (6/4/2026) pagi. Dirinya menanggapi soal kecelakaan maut di Km7 Balikpapan. Seorang pelajar jadi korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Bagus ingatkan para orangtua untuk tidak membebaskan anak remaja membawa kendaraan sendiri. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo menyoroti kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan pelajar SMA Negeri 6 Balikpapan di daerah Jalan Soekarno Hatta Km7, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

Di satu sisi, seiring masih maraknya siswa yang membawa sepeda motor ke sekolah.

Wakil Walikota Bagus menegaskan, persoalan ini tidak bisa ditangani satu pihak saja, melainkan perlu sinergi lintas instansi melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Pemkot itu ada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Kita ingin setiap bulan bisa berkumpul, membahas persoalan di kota, lalu diserahkan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Senin (6/4/2026).

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakan Maut di Jalan Soekarno Hatta KM 7 Balikpapan, Pelajar SMA Tewas di Tempat

Wakil Walikota Bagus mengakui bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam penindakan langsung di lapangan, khususnya terkait pelajar yang mengendarai motor.

“Kita tidak bisa menilang anak yang naik motor. Pengawasan yang paling penting itu justru dari orang tua masing-masing murid,” tegasnya.

Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor.

Ia menilai pendidikan dari lingkungan keluarga harus diperkuat.

“Pendidikan keluarga itu sangat penting. Saya juga pernah dengar ada anak yang tidak mau sekolah kalau tidak diberikan motor. Padahal secara aturan belum mendapatkan SIM, itu jangan dipaksa,” katanya.

KECELAKAAN DI BALIKPAPAN - Polisi lakukan olah TKP setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan KM 7 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Senin (6/4/2026) pagi. (TRIBUNKALTIM.CO/DWIARDIANTO)
KECELAKAAN DI BALIKPAPAN - Polisi lakukan olah TKP setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di kawasan KM 7 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Senin (6/4/2026) pagi. (TRIBUNKALTIM.CO/DWIARDIANTO) 

Fenomena Bebas Membawa Kendaraan

Bagus juga menyoroti fenomena yang semakin mengkhawatirkan, ada anak-anak usia sangat muda sudah diberikan kendaraan bermotor oleh orangtuanya.

“Sekarang saja umur 10 tahun sudah ada anak yang dikasih motor kecil dengan kecepatan tinggi. Ini sangat berbahaya,” ungkap Bagus. 

Untuk itu, berencana mengusulkan kepada Walikota Balikpapan agar menggelar pertemuan Forkopimda dilakukan secara rutin setiap bulan guna membahas berbagai persoalan kota, termasuk keselamatan pelajar di jalan raya.

Baca juga: 6 Fakta Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar SMA di Balikpapan, Laka Libatkan Motor, Mobil dan Truk

“Nanti saya akan usul ke Pak Wali Kota untuk pertemuan tiap bulan. Tidak harus dari Pemkot, inisiatif dari Forkopimda juga boleh,” tambahnya.

Pemkot berharap, melalui koordinasi yang lebih intensif, upaya pencegahan kecelakaan pelajar dapat dilakukan secara lebih maksimal, baik melalui penegakan aturan maupun edukasi kepada masyarakat.

(*) 


Foto : Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo saat diwawancarai Tribun Kaltim usai menghadiri Rapat Paripurna di Hotel Senyiur Balikpapan, Senin (6/4/2026) /Siti Zubaidah
 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved