Berita Balikpapan Terkini
SDM Indonesia Hadapi Tantangan, Tanoto Foundation Buka Program Fellowship 2026
Tanoto Foundation membuka Fellowship 2026 untuk mencetak pemimpin muda di tengah tantangan pembangunan SDM Indonesia
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Indeks SDM Indonesia masih di angka 0,54 menurut Bank Dunia.
- Tanoto Foundation buka Fellowship 2026 untuk generasi muda.
- Program fokus pada kepemimpinan dan pembangunan sosial.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pembangunan sumber daya manusia di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, Human Capital Index Indonesia pada tahun 2020 sebesar 0,54.
Ini menunjukkan bahwa seorang anak yang lahir di Indonesia diperkirakan hanya akan mencapai 54 persen dari potensi produktivitas maksimalnya apabila mendapatkan akses penuh terhadap layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.
Tantangan Kompleks Pembangunan Manusia
Pembangunan manusia merupakan isu yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mencakup transformasi sosial, ekonomi, serta tata kelola.
Hal itu sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama.
Baca juga: Sidang Pembunuhan Ketua RT Balikpapan, Jaksa Ungkap Penyebab Kematian dari Hasil Otopsi
Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, menyampaikan bahwa Tanoto hadir untuk mendukung percepatan transformasi tersebut, khususnya melalui penguatan peran generasi muda sebagai agen perubahan.
Tanoto Foundation, yakni organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, kembali membuka pendaftaran Program Fellowship Tanoto Foundation Cohort 2026.
Program Cetak Pemimpin Masa Depan
"Program ini bertujuan untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia di sektor pembangunan sosial dan pendidikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Dengan memberi kesempatan bagi para lulusan muda untuk mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pakar, sambil berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem sosial yang lebih baik.
Para peserta terpilih, atau yang dikenal sebagai Tanoto Fellow, akan ditempatkan selama satu tahun di kantor regional Tanoto Foundation di Riau, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.
Baca juga: 7 Fakta Baru Kaca Mobil Warga Balikpapan Retak Diduga Kena Peluru, Polisi Selidiki CCTV
Tanoto Fellow akan terlibat dalam proyek-proyek yang mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas komunitas lokal.
Yosea mengatakan, program ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kepemimpinan, inovasi, dan kemampuan kolaborasi di lapangan.
"Para Tanoto Fellow tidak hanya belajar teori, tetapi dapat langsung menerapkan pengetahuan mereka di lapangan. Mereka juga akan menghadapi realitas lapangan dan belajar merancang solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat," pungkasnya. (*)
Tanoto Foundation
Tanoto Foundation Fellowship Program
pendidikan
generasi muda
Fellowship Tanoto Foundation Cohort 2026
Balikpapan
TribunKaltim.co
| Kunjungan TK Jabalussu’ada, Brimob Polda Kaltim Ajarkan Peduli Lingkungan Sejak Dini |
|
|---|
| 7 Fakta Baru Kaca Mobil Warga Balikpapan Retak Diduga Kena Peluru, Polisi Selidiki CCTV |
|
|---|
| Lantik 75 Pejabat, Rahmad Mas'ud: Jangan Bocorkan Rahasia dan Pegang Teguh Sumpah Jabatan |
|
|---|
| Jalur Logistik TPK Kariangau Balikpapan Segera Fungsional, Perbaikan Rigid Pavement Dikebut |
|
|---|
| Pemkot Balikpapan Siap Olah Sampah Jadi Energi, Kurangi Ketergantungan TPA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260416_Tanoto-Foundation-membuka-pendaftaran-Program-Fellowship-Cohort-2026.jpg)