Berita Kutim Terkini
Bupati Kutim Minta Perusahaan Sawit Bangun Refinery di KEK Maloy
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai merespons instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait penguatan komoditi kelapa sawit sebagai pilar energi
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai merespons instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait penguatan komoditi kelapa sawit sebagai pilar energi nasional.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa ia komitmen untuk mendorong hilirisasi produk turunan sawit di Kabupaten Kutai Timur secara masif.
Langkah konkret yang diambil adalah dengan menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK).
Hal ini dilakukan guna memastikan potensi sawit di Kutim tidak hanya keluar dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah bagi daerah.
Ardiansyah meminta dukungan penuh dari DPRD Kutai Timur untuk menyurati dan memanggil seluruh pimpinan perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Kutai Timur.
Baca juga: TPP PNS dan PPPK Kutim Anjlok, Ini Penjelasan Bupati Ardiansyah Sulaiman
Koordinasi ini bertujuan untuk mensinkronkan visi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam waktu dekat.
"Presiden mengatakan Indonesia tidak perlu ragu, sawit akan menjadi bagian dari komoditi utama untuk energi. Kita sudah punya kawasan ekonomi tapi fungsinya masih belum maksimal untuk hilirisasi sawit," ujar Ardiansyah Sulaiman, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, keberadaan KEK Maloy seharusnya menjadi pusat industri refinery yang mampu menyerap hasil panen kelapa sawit dari perusahaan lokal maupun petani swadaya.
Ia menekankan bahwa pembangunan kilang pengolahan adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah fluktuasi pasar global.
Ardiansyah juga menyoroti urgensi pemenuhan kebutuhan energi alternatif seperti biodiesel yang berasal dari kelapa sawit.
Dengan kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, kemandirian energi berbasis komoditas lokal dinilai menjadi solusi paling masuk akal bagi ketahanan ekonomi daerah.
"Saya minta Dewan nanti menyurati Bupati agar memanggil semua perusahaan kebun sawit untuk segera membangun refinery di Maloy. Kita harapkan ada di antara mereka yang siap membangun biodiesel dari sawit dan sebagainya," tuturnya.
Pemanggilan perusahaan-perusahaan besar ini dimaksudkan agar ada landasan formal bagi pemerintah dalam menagih komitmen investasi hilirisasi di Kutai Timur.
Ardiansyah ingin KEK Maloy segera berdenyut dengan aktivitas industri manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar.
Mengenai target pelaksanaan pertemuan tersebut, ia belum memberikan tanggal pasti, namun ia memastikan proses administrasi akan berjalan secepatnya.
Baca juga: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Segera Terbitkan Aturan WFH ASN, Pelayanan Publik Tetap Siaga
Situasi konflik di luar negeri yang berdampak pada kenaikan biaya logistik menjadi alasan kuat mengapa agenda ini tidak boleh ditunda lagi.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera dilaksanakan. Dengan adanya gejolak di Selat Hormuz dan perang, harga-harga sudah mulai naik, sehingga tindak lanjut semangat Presiden ini sangat krusial," pungkasnya. (*)
| Harga Kakao Anjlok, Petani Kutai Timur Terancam Rugi Meski Lahan Luas |
|
|---|
| Dari 33 Ribu ke 8 Ribu, Nasib Jaminan Kesehatan Warga Kutim Kian Terbatas, DPRD Kaltim Buka Suara |
|
|---|
| Pemangkasan BPJS Kesehatan di Kutim, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan Desak Dikaji Ulang |
|
|---|
| Kebakaran di Sepaso Bengalon Kutim, 3 Rumah Ludes Jadi Arang dan Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta |
|
|---|
| DTPHP Kutim Jemput Bola Anggaran Pusat, Targetkan Perluasan Sawah Tadah Hujan di Berbagai Kecamatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260420-Bupati-Kutim-Ardiansyah-Sulaiman.jpg)