Berita Balikpapan Terkini
Belajar dari Surabaya, DPRD Balikpapan Dorong Warga Terlibat Kelola Sampah
Upaya peningkatan kualitas lingkungan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai diarahkan pada penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Upaya peningkatan kualitas lingkungan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mulai diarahkan pada penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Hal ini mencuat setelah Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Surabaya untuk mempelajari sistem pengolahan sampah berbasis energi.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menilai keberhasilan Surabaya tidak hanya terletak pada teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Kami berkunjung ke Surabaya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mempelajari pengelolaan sampah menjadi energi. Saat ini masih sebatas pembahasan teori," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Sampah di Balikpapan Bakal Diubah Jadi Energi Listrik, Pemkot Siapkan Lahan 4 Hektare
Menurut Yusri, Surabaya merupakan salah satu kota yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah.
Kota tersebut mampu mengolah produksi sampah sekitar 1.800 hingga 2.000 ton per hari menjadi energi listrik.
Selain itu, Surabaya juga memiliki program berbasis masyarakat seperti “Kampung Pancasila” yang menjadi kawasan percontohan pengelolaan sampah.
Dalam program tersebut, masyarakat dilibatkan secara aktif mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.
Tak hanya itu, program “Kader Surabaya Hebat” juga menjadi wadah edukasi, solusi, dan pembinaan kepada warga terkait pengelolaan sampah dan lingkungan.
Baca juga: 7 Fakta Keunggulan TPST Karang Joang, Revolusi Pengolahan Sampah di Balikpapan
Yusri menilai, pendekatan berbasis masyarakat tersebut mampu membangun kesadaran kolektif warga untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Ia melihat peluang bagi Balikpapan untuk mengadaptasi konsep serupa, dengan fokus pada edukasi serta pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Dengan keterlibatan masyarakat, pengelolaan sampah bisa lebih optimal sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman," pungkasnya. (*)
| Mulai 2027, Masuk SD di Balikpapan Wajib PAUD, Ribuan Anak Masih Belum Sekolah |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Melonjak, Pedagang di Balikpapan Akui Pembeli Sempat Protes |
|
|---|
| Minim Sumber Air Baku, IKA Unhas Balikpapan Dorong Disiapkan Solusi Jangka Panjang |
|
|---|
| Tiket Pesawat di Balikpapan Sempat Alami Kelangkaan, Bandara SAMS Sebut Adanya Lanjutan Arus Balik |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyesuaian Sesuai Kondisi Pasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240529_Sampah-di-Balikpapan-Kaltim-Menumpuk.jpg)