Minggu, 3 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Pemkab Mahulu Optimalkan Lahan Tidur Melalui Program Gerakan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat

Pemkab Mahulu jalankan Program Gerakan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat (CSR) melalui kolaborasi bersama Kementerian Pertanian

Tayang:
Penulis: Desy Filana | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA
TANAM PADI CETAK SAWAH - Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk S.E, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menjalankan Program Gerakan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat (CSR) melalui kolaborasi bersama Kementerian Pertanian.(TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Sebagai langkah optimalisasi lahan tidur, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menjalankan Program Gerakan Tanam Padi Cetak Sawah Rakyat (CSR) melalui kolaborasi bersama Kementerian Pertanian.

Kegiatan tanam padi yang berlangsung di Datah Bilang pada di minggu kedua bulan April ini menjadi bagian dari upaya konkret meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program ini telah berjalan sejak 2025 dan dilanjutkan pada 2026 dengan fokus mempercepat peningkatan produksi padi di wilayah tersebut.

Baca juga: Pelayanan RS di Mahulu Tetap Normal, Pasien Didominasi Kontrol dan Keluhan Penyakit

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, S.E., menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Pertanian, penyuluh, kelompok tani, dan TNI, khususnya Babinsa, dalam mendampingi petani sejak pengolahan lahan hingga panen.

“Harapannya Dinas Pertanian, para penyuluh, dan kelompok tani untuk bersinergi secara optimal dengan TNI, khususnya Babinsa, dalam mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co pada Rabu (22/4/2026).

Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai perlu dimaksimalkan agar proses budidaya lebih efektif dan efisien.

Dari sisi hilirisasi, pemerintah memastikan hasil panen petani tetap terserap pasar melalui BULOG, meski pembangunan gudang permanen masih dalam tahap proses.

Saat ini, gudang filial atau gudang sementara telah disiapkan untuk menjamin penyerapan hasil produksi.

“Namun demikian, Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir, karena saat ini telah tersedia gudang filial atau gudang sementara,” kata Suhuk.

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap tercipta kemandirian pangan di tingkat kabupaten sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved