Berita Kubar Terkini
Harga LPG 12 Kg Naik di Kubar, Pemkab Tunggu Arahan Resmi dari Pertamina
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) merespons kenaikan harga tabung gas LPG 12 kilogram yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir
Penulis: Febriawan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) merespons kenaikan harga tabung gas LPG 12 kilogram yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Kamius Junaidi, Kamis (23/4/2026) mengatakan pemerintah daerah saat ini masih menunggu arahan dan pemberitahuan resmi dari pihak Pertamina terkait penyesuaian harga LPG non-subsidi tersebut.
“Kami masih menunggu arahan resmi dari Pertamina terkait kenaikan harga LPG 12 kilogram ini, karena sampai sekarang belum ada pemberitahuan yang kami terima,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Kubar tetap mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kenaikan harga tidak melebihi batas kewajaran.
“Kami akan tetap melakukan pengawasan, khususnya di tingkat agen dan pengecer, agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Harga LPG Non Subsidi di Bulungan Belum Merata, Ini Alasan Agen
Ia menjelaskan, LPG 12 kilogram merupakan produk non-subsidi, sehingga mekanisme penetapan harga berada di bawah kewenangan Pertamina.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki peran dalam menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan di daerah.
Selain itu, Pemkab Kubar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindakop) juga telah diminta untuk melakukan survei harga dan memantau ketersediaan LPG di pasaran.
“Langkah ini penting untuk memastikan distribusi tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga lebih tinggi,” katanya.
Baca juga: Harga LPG Non-Subsidi Naik Mendadak, Agen di Kukar Pastikan Stok Aman
Pemkab Kubar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sembari menunggu kejelasan resmi dari Pertamina.
“Kami harap masyarakat tidak panik. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait agar kondisi ini tetap terkendali,” pungkasnya. (*)
| Dugaan Penyebab Kebakaran Rumah Kosan di Linggang Kutai Barat, Pertalite Dipindahkan Dekat Dapur |
|
|---|
| Bupati Kutai Barat Optimistis Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung Keluar dari Status Tertinggal |
|
|---|
| Sempat Terpisah dari Keluarga, Balita 3 Tahun di Melak Kubar Kembali ke Pelukan Orangtuanya |
|
|---|
| Brigif 85/BTC Siapkan 1.400 Hektare Lahan, Kutai Barat Kembangkan Industri Farming |
|
|---|
| Listrik di Melak Padam 5 Jam, PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan hingga Pukul 15.00 WITA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260423-Penjabat-Pj-Sekretaris-Daerah-Sekda-Kubar-Kamius-Junaidi.jpg)