Selasa, 28 April 2026

Berita Kaltim Terkini

5 Daerah di Kalimantan Timur Paling Gemar Membaca Buku 2025

Indeks kegemaran membaca di Kalimantan Timur tercatat berada di angka 57,86 berdasarkan data yang diolah BPS dari Perpustakaan Nasional

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
GEMAR BACA BUKU - Masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Paser yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jumat (17/10/2025). Berdasarkan data Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat yang dirilis Perpustakaan Nasional dan diolah oleh Badan Pusat Statistik pada 2026, indeks kegemaran membaca di Kalimantan Timur tercatat berada di angka 57,86. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO - Perkembangan tingkat kegemaran membaca masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat yang dirilis Perpustakaan Nasional dan diolah oleh Badan Pusat Statistik pada 2026, indeks kegemaran membaca di Kalimantan Timur tercatat berada di angka 57,86.

Angka tersebut menempatkan Kalimantan Timur di posisi ke-21 secara nasional.

Posisi ini menunjukkan bahwa provinsi ini belum berhasil menembus 20 besar daerah dengan tingkat literasi tertinggi di Indonesia.

Padahal, pada tahun sebelumnya, Kalimantan Timur sempat mencatat skor yang lebih tinggi yakni 69,53, yang menunjukkan adanya penurunan cukup tajam dalam satu tahun terakhir.

Istilah “kegemaran membaca” dalam konteks ini merujuk pada kebiasaan masyarakat dalam mengakses dan membaca berbagai sumber informasi secara rutin.

Baca juga: Daftar Provinsi Paling Gemar Membaca Buku 2025, Kaltim Terlempar dari 20 Besar, Indeks Menurun

Pengukuran ini tidak hanya melihat jumlah buku yang dibaca, tetapi juga mempertimbangkan frekuensi membaca (berapa sering membaca dalam seminggu), durasi membaca, serta akses terhadap bahan bacaan termasuk media digital.

Dengan demikian, angka indeks tersebut mencerminkan kondisi literasi secara menyeluruh, termasuk kemampuan masyarakat dalam menyerap informasi dan berpikir kritis.

Oleh karena itu, perubahan skor dari tahun ke tahun menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan kualitas sumber daya manusia di suatu daerah.

5 Daerah dengan Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi di Kaltim

Jika ditarik ke tingkat kabupaten/kota, terdapat lima daerah di Kalimantan Timur yang mencatatkan skor tertinggi dalam hal kegemaran membaca pada tahun 2025.

Data ini menunjukkan adanya variasi tingkat literasi di dalam provinsi itu sendiri.

Posisi pertama ditempati oleh Bontang dengan skor 60,47. Kota ini menjadi daerah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Kalimantan Timur, sekaligus menjadi satu-satunya wilayah yang menembus angka di atas 60.

Di posisi kedua terdapat Balikpapan dengan skor 58,76. Disusul oleh Samarinda di posisi ketiga dengan skor 58,55.

Selanjutnya, posisi keempat ditempati oleh Paser dengan skor 58,18.

Sementara itu, posisi kelima diisi oleh Kutai Timur dengan skor 57,76.

Kelima daerah ini menunjukkan capaian yang relatif lebih baik dibanding wilayah lain di Kalimantan Timur, meskipun secara keseluruhan masih berada di kisaran kategori menengah.

Sebaran Nilai di Seluruh Wilayah Kaltim

Selain lima besar, beberapa daerah lain juga mencatatkan skor yang tidak terpaut jauh. Berau berada di angka 57,65, diikuti Kutai Kartanegara dengan skor 57,02.

Kemudian, Penajam Paser Utara mencatat skor 55,88 dan Kutai Barat di angka 55,53.

Sementara itu, untuk Mahakam Ulu tidak tersedia data dalam survei tahun 2025, sehingga tidak masuk dalam pemeringkatan.

Sebaran nilai ini memperlihatkan bahwa kesenjangan antarwilayah di Kalimantan Timur tidak terlalu lebar, namun belum ada daerah yang benar-benar menonjol secara signifikan di atas yang lain.

Posisi Kaltim di Tingkat Nasional

Dalam konteks nasional, Kalimantan Timur harus bersaing dengan berbagai provinsi lain yang mencatat skor lebih tinggi.

Berdasarkan data yang sama, posisi teratas ditempati oleh Nusa Tenggara Timur dengan skor 62,05, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan.

Kalimantan Timur yang berada di peringkat ke-21 dengan skor 57,86 harus berada di bawah beberapa provinsi lain di Pulau Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat yang masuk lima besar nasional, serta Kalimantan Utara yang juga berada di posisi lebih tinggi.

Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 54,80, Kalimantan Timur sebenarnya masih berada di atas rata-rata.

Namun demikian, posisinya yang turun dari tahun sebelumnya menjadi catatan penting dalam evaluasi kebijakan literasi daerah.

Perubahan Signifikan dari Tahun 2024

Perbandingan dengan data tahun 2024 menunjukkan adanya perubahan besar dalam peta literasi nasional.

Pada tahun tersebut, Daerah Istimewa Yogyakarta sempat menjadi provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi dengan skor 79,99.

Namun pada 2025, posisinya justru turun drastis ke peringkat 30 dengan skor 55,44.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan metode pengukuran maupun dinamika perilaku membaca masyarakat dapat memengaruhi hasil secara signifikan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kalimantan Timur yang mengalami penurunan skor cukup besar.

Perubahan ini menjadi sinyal bahwa upaya peningkatan literasi perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Pentingnya Kegemaran Membaca bagi SDM

Kegemaran membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan menjadi indikator penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Masyarakat yang memiliki kebiasaan membaca cenderung lebih terbuka terhadap informasi, memiliki kemampuan analisis yang lebih baik, serta lebih adaptif terhadap perubahan.

Dalam kajian literasi, semakin tinggi tingkat kegemaran membaca suatu daerah, maka semakin besar pula peluang daerah tersebut untuk berkembang secara ekonomi dan sosial.

Hal ini karena literasi berperan dalam meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing.

Dengan demikian, data yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional dan BPS ini tidak hanya menjadi gambaran statistik semata, tetapi juga menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pendidikan dan pengembangan literasi di daerah.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved