Selasa, 19 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Bupati PPU Mudyat Noor Bocorkan Cara Jaga Harga Sembako Tetap Stabil

Bupati PPU Mudyat Noor bocorkan strategi jaga harga sembako tetap stabil, fokus amankan stok barang dan rutinkan gerakan pangan murah berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Miftah Aulia Anggraini
HO/HUMAS PEMKAB PPU
TEKAN INFLASI - Bupati PPU Mudyat Noor saat menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan hanya dengan memantau pergerakan kenaikan harga di pasar tradisional. (HO/HUMAS PEMKAB PPU) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) fokus menjaga ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi melalui gerakan pangan murah serta operasi pasar secara berkelanjutan. 
  • Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan, jaminan stok barang jauh lebih efektif menekan inflasi dibanding sekadar memantau harga. 
  • Saat ini, inflasi Penajam Paser Utara terkendali di angka 0,33 persen.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memilih fokus menjaga ketersediaan bahan pokok sebagai strategi utama untuk menekan angka inflasi di daerah.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui pengawasan ketat pada jalur distribusi pangan, pelaksanaan operasi pasar, hingga penyelenggaraan gerakan pangan murah yang digelar secara berkelanjutan.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan hanya dengan memantau pergerakan kenaikan harga di pasar tradisional.

Bagi pemerintah daerah, memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia secara fisik dan mudah dijangkau oleh daya beli masyarakat jauh lebih krusial.

Baca juga: Inflasi PPU Maret 2026 Naik 1,09 Persen, Dipicu Harga Ikan dan Cabai

“Kalau barang tersedia dan distribusi lancar, harga bisa lebih terkendali. Karena itu operasi pasar dan gerakan pangan murah terus kami lakukan,” ungkapnya Selasa (19/5/2026).

Upaya strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati dalam forum High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.

Angka Inflasi Terkendali 

Mudyat Noor menyebutkan bahwa kondisi inflasi di Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini sebenarnya masih berada dalam rentang aman dan terkendali di angka 0,33 persen.

Kendati demikian, pemerintah daerah tidak ingin lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi lonjakan harga mendadak yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta dinamika situasi global yang rentan mengganggu sektor produksi maupun rantai pasok distribusi pangan.

Baca juga: Tekanan Inflasi, BI: Harga Barang Berpotensi Naik dalam 3 hingga 6 Bulan ke Depan

Untuk mengantisipasi hal itu, Penajam Paser Utara kini mulai memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah secara mandiri.

Program-program jangka panjang mulai digenjot, seperti mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah, memperkuat cadangan stok pangan pemda, serta memberikan dukungan penuh kepada kelompok tani dan para pelaku usaha pangan lokal.

Penyangga Pangan Kaltim

Langkah penguatan sektor domestik ini dinilai sangat penting mengingat posisi geografis Penajam Paser Utara yang kini menjadi salah satu daerah penyangga pangan krusial di Kalimantan Timur.

Penajam Paser Utara dituntut memiliki ketahanan ekstra untuk menjaga pasokan bahan pokok tetap aman, terutama ketika terjadi gejolak harga di tingkat regional.

Baca juga: Inflasi Penajam Paser Utara Turun, Harga Bumbu dan Minyak Goreng jadi Pemicunya 

Dalam pertemuan lintas sektor tersebut, pemerintah daerah dan jajaran pengurus TPID sepakat untuk memperkuat sistem koordinasi serta komunikasi.

Harapannya, intervensi pasar dapat dilakukan secara cepat dan presisi begitu mendeteksi adanya indikasi lonjakan harga pada komoditas tertentu.

“Ketahanan pangan harus dibangun dari daerah. Produktivitas pertanian dan distribusi yang siap menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” ujar Mudyat Noor. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved