Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Harga Sapi Kurban di Balikpapan Anjlok, Peternak Lokal Ungkap Tertekan Sapi Luar Daerah

Peternak sapi lokal di Balikpapan menghadapi tekanan harga jelang Iduladha akibat sapi luar daerah dan lapak dadakan

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Siti Zubaidah
SAPI KURBAN TURUN - Sapi milik Anita berada di kandang MWC Farm kawasan Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan, Senin (25/5/2026). Peternak lokal mengeluhkan harga sapi kurban yang terus tertekan akibat masuknya sapi dari luar daerah. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

Ringkasan Berita:
  • Harga sapi kurban di Balikpapan terus turun menjelang Iduladha 2026.
  • Peternak lokal mengeluhkan persaingan dengan sapi luar daerah dan penjual musiman.
  • MWC Farm berharap ada pengawasan distribusi sapi agar peternak lokal tetap bertahan.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harga sapi kurban di Balikpapan menjelang Hari Raya Iduladha 2026 justru mengalami penurunan di tengah tingginya aktivitas penjualan hewan kurban.

Bukan karena penjualan anjlok, melainkan harga sapi kurban yang terus tertekan akibat masuknya sapi dari luar daerah dan maraknya lapak penjualan dadakan di pinggir jalan.

Pemilik MWC Farm, Anita, mengungkapkan bahwa secara jumlah, penjualan sapi tahun ini relatif stabil. Namun dari sisi harga, peternak lokal harus menghadapi persaingan yang dinilai tidak sehat.

Menurutnya, kondisi ini membuat peternak lokal terpaksa menurunkan harga jual agar sapi tidak tersisa hingga usai Iduladha.

“Penjualan sebenarnya masih sama saja, tidak ada perubahan besar dan tidak ada kenaikan signifikan. Yang jadi masalah itu harga justru jatuh,” ujarnya saat diwawancarai TribunKaltim.co, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Bupati Kukar Tinjau Hewan Kurban, Distanak Pastikan Sapi Sehat Jelang Idul Adha 2026

Anita menjelaskan, peternak lokal seperti dirinya memelihara sapi dalam kandang sendiri dengan waktu pemeliharaan cukup panjang, mulai 10 bulan hingga lebih dari satu tahun. Biaya perawatan pun tidak sedikit.

Namun, harga pasar ikut tergerus karena banyaknya sapi yang baru masuk dari luar kota dengan harga lebih murah, ditambah penjual musiman yang membuka lapak dadakan.

“Harga hancur sama sapi-sapi yang baru datang dari luar kota dan penjual sapi dadakan di pinggir jalan. Mau tidak mau kami harus ikut turunkan harga daripada sapi tertahan dan tidak dibeli,” katanya.

Konsumen Dinilai Lebih Pilih Harga Murah

Ia menilai sebagian besar konsumen masih lebih mempertimbangkan harga murah dibanding kualitas sapi kurban yang dibeli.

Baca juga: FOTO-FOTO: Sapi Kurban Presiden Prabowo 2026 untuk Berbagai Daerah Kaltim

“Kadang konsumen tidak melihat kualitas, lebih memilih harga murah. Memang ada yang cari kualitas, tapi kebanyakan tetap pilih yang lebih murah,” ucapnya.

Ironisnya, semakin mendekati Hari Raya Kurban, harga sapi justru semakin turun karena banyak pedagang memilih melepas sapi dengan harga rendah dibanding harus membawa pulang kembali ternaknya.

Anita berharap ada pengawasan lebih ketat terhadap distribusi sapi dari luar daerah agar peternak lokal tetap bisa bertahan.

“Harapannya pengawasan diperketat dan dibatasi supaya peternak lokal tidak banyak sisa sapi,” ujarnya.

Biaya Perawatan Sapi Tidak Murah

Di MWC Farm, harga sapi Bali dijual mulai Rp21 juta dengan bobot sekitar 260 kilogram dan estimasi daging bersih mencapai 80 kilogram.

Baca juga: 3 Pemicu Turunnya Penjualan Hewan Kurban di Balikpapan, Stok Sapi dan Kambing Dipastikan Aman

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved