Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha 2026

Jelang Iduladha, Penjualan Sapi Kurban Turun Drastis di Penajam Paser Utara

Dua hari menjelang Iduladha di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
PENJUALAN LESU - Salah satu titik penjualan sapi kurban di Kelurahan Nenang, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, nampak sepi dan belum ada pembeli yang datang sejak pagi, Senin (25/5/2026). Pedagang menduga melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab, lesunya pasar hewan kurban tahun ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dua hari menjelang Iduladha di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, lapak penjualan sapi kurban di kawasan setempat justru terlihat lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Deretan sapi bali yang biasanya cepat terjual, kini masih banyak tersisa di kandang.

Harga sapi kurban tahun ini, berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp24 juta per ekor.

Meski harga tidak mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun lalu, penjualan disebut menurun tajam.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Balikpapan Anjlok, Peternak Lokal Ungkap Tertekan Sapi Luar Daerah

“Mulai dari sekitar Rp16 jutaan sampai Rp24 jutaan,” kata Rizki Alfiano, seorang pedagang sapi di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Senin (25/5/2026).

Seluruh sapi yang dijual, merupakan sapi lokal jenis bali. Hewan-hewan tersebut, didatangkan dari peternak lokal dan dipasarkan menjelang momentum kurban.

Menurut pedagang, kondisi pasar tahun ini berbeda jauh dibanding musim kurban sebelumnya.

Jika tahun lalu penjualan bisa mencapai ratusan ekor, kini jumlah pembeli jauh berkurang.

“Sekarang merosot jauh. Biasanya ramai, sekarang sepi,” ujarnya.

Selama hampir satu bulan berjualan, pedagang itu mengaku baru mampu menjual sekitar 16 hingga 17 ekor sapi.

Padahal waktu pelaksanaan kurban Iduladha sudah semakin dekat.

Di lokasi penjualan, masih tersisa sekitar 19 ekor sapi yang belum terjual.

Pedagang menduga melemahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu penyebab, lesunya pasar hewan kurban tahun ini.

Baca juga: Harga Sapi Balikpapan Rp45 Juta per Ekor, DPRD Ingatkan Pedagang tak Gunakan Trotoar untuk Berjualan

“Harganya sebenarnya masih sama seperti tahun lalu. Mungkin faktor ekonomi juga,” katanya.

Meski penjualan melambat, pedagang tetap mempertahankan harga, karena biaya pembelian dari peternak juga tidak mengalami penurunan.

Mereka mengaku hanya mengikuti harga dari tingkat petani, agar tetap menutup biaya operasional dan perawatan ternak.

"Tidak bisa kita naikkan harganya, karena dari petani juga harganya tetap segitu," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved