Rabu, 27 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Jalan Transad Sepinggan-Km 8 Minim PJU, DPRD Soroti Risiko Begal dan Kecelakaan

DPRD Balikpapan mendesak pemasangan PJU di Jalan Transad Km 8 yang gelap dan rawan kecelakaan

Tayang:
Penulis: Zainul | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Zainul
MINIM LAMPU JALAN - Jalan Transad yang menghubungkan kawasan Sepinggan Balikpapan Selatan dan Km 8 Balikpapan Utara masih minim penerangan, Selasa (26/5/2026). DPRD Balikpapan mendesak Dishub segera memasang PJU di jalur tersebut. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI) 
Ringkasan Berita:
  • Jalan Transad Sepinggan-Km 8 masih minim penerangan meski ramai dilalui kendaraan.
  • DPRD Balikpapan meminta Dishub memprioritaskan pemasangan PJU melalui program Balikpapan Terang.
  • Minimnya pencahayaan dinilai berpotensi memicu kecelakaan hingga tindak kriminalitas.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jalan penghubung kawasan Sepinggan Balikpapan Selatan dan Kilometer 8 Balikpapan Utara dinilai masih minim penerangan meski telah menjadi jalur alternatif favorit masyarakat untuk mempersingkat waktu perjalanan.

Saat ini, jalan tersebut masih dalam tahap pengecoran. Namun aktivitas kendaraan di kawasan itu terus meningkat, baik dari arah Sepinggan menuju Km 8 maupun sebaliknya.

Di tengah tingginya mobilitas kendaraan, fasilitas pendukung jalan masih tergolong minim, terutama penerangan jalan umum (PJU).

Kondisi itu bahkan sempat memunculkan isu percobaan begal akibat sejumlah titik yang gelap pada malam hari.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Balikpapan Wafat di Tanah Suci, Sempat Keluhkan Sesak Napas di Kamar

Persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Balikpapan.

Legislator menilai minimnya penerangan bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memicu rasa tidak aman bagi masyarakat yang melintas pada malam hingga dini hari.

DPRD Minta Dishub Prioritaskan PJU

Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Aguslimin, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan agar segera memasukkan Jalan Tembus Transad Km 8 ke dalam daftar prioritas pemasangan PJU melalui program Balikpapan Terang.

Menurutnya, jalan tersebut memiliki fungsi strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah penting di Balikpapan, mulai dari Balikpapan Utara, Balikpapan Timur hingga Balikpapan Selatan.

Namun di balik perannya sebagai jalur penghubung, masih terdapat sejumlah titik yang gelap dan membahayakan pengguna jalan.

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Ketua RT di Balikpapan Barat Divonis 13 Tahun Penjara, Istri Korban: Sudah Lega

“Jalan tembus Transad Km 8 ini memang masih gelap di beberapa titik. Kondisi itu tentu berbahaya bagi pengguna jalan, apalagi aktivitas masyarakat di sana juga cukup ramai. Kami berharap Dishub bisa segera memasang PJU di kawasan tersebut,” ujar Aguslimin kepada Tribunkaltim.co, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai arus kendaraan yang tetap padat hingga malam hari membuat kebutuhan penerangan di kawasan tersebut semakin mendesak.

Keterbatasan jarak pandang pengendara dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada titik-titik dengan visibilitas rendah.

Rawan Kecelakaan dan Kriminalitas

Tak hanya soal keselamatan berkendara, Aguslimin menegaskan bahwa penerangan jalan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Menurutnya, kawasan yang gelap kerap memunculkan kekhawatiran terhadap potensi tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pembunuh Ketua RT di Balikpapan Barat Divonis 13 Tahun Penjara

“Kalau penerangan memadai, tentu potensi kecelakaan bisa ditekan. Selain itu masyarakat juga akan merasa lebih aman dari aksi kriminalitas atau gangguan keamanan lainnya,” katanya.

Politikus tersebut menilai keberadaan PJU merupakan salah satu bentuk pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.

Selain mendukung keselamatan pengguna jalan, penerangan yang memadai juga diyakini mampu mendukung aktivitas ekonomi warga yang berlangsung pada malam hari.

Karena itu, DPRD meminta Dishub melakukan pemetaan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah yang masih minim penerangan agar program pemasangan PJU benar-benar tepat sasaran.

“Jangan sampai masih ada kawasan yang gelap dan membahayakan masyarakat. Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya di wilayah yang selama ini kurang mendapat penerangan,” tegasnya.

Baca juga: Polresta Balikpapan Perkuat Naluri Intelijen Satpam Antisipasi Kejahatan Jalanan

Program Balikpapan Terang Didorong Dipercepat

Di tengah upaya Pemerintah Kota Balikpapan memperluas jaringan penerangan jalan melalui program Balikpapan Terang, Aguslimin mengapresiasi target pemasangan sekitar 1.600 unit PJU pada tahun ini.

Meski demikian, ia berharap Jalan Tembus Transad Km 8 mendapat perhatian khusus mengingat tingginya aktivitas kendaraan di kawasan tersebut.

Bagi DPRD Balikpapan, persoalan penerangan jalan bukan sekadar soal lampu yang menyala, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan publik.

Karena itu, kondisi jalan yang masih gelap di salah satu jalur strategis Balikpapan tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan terlalu lama.

“Harapannya tentu masyarakat bisa berkendara dengan aman dan nyaman. Penerangan jalan ini sangat penting untuk menunjang keselamatan warga,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved