Idul Adha 2026
3 Alasan Warga Balikpapan Ada yang Tetap Masuk Kerja Saat Hari Libur Iduladha
Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlihat dari padatnya area utama masjid, pelataran, hingga halaman sekitar oleh jemaah
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Al-Munawwar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berlangsung khidmat sejak Rabu (27/5/2026) pagi.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlihat dari padatnya area utama masjid, pelataran, hingga halaman sekitar oleh jemaah yang mengikuti salat Id berjemaah.
Namun, di tengah gema takbir yang masih membubung tinggi, pemandangan berbeda terlihat selepas ibadah selesai.
Sebagian warga memilih langsung melipat sajadah mereka dan bergegas memulai aktivitas kerja, mengesampingkan euforia libur panjang demi tuntutan hidup.
Baca juga: Malam Takbiran di Balikpapan, Ruas Jalan Pasar Butun hingga Hotel Platinum Macet Parah
Salah satunya adalah Ahmad Damar (43), seorang pekerja harian lepas di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baginya dan sebagian warga lainnya, ada tiga alasan kuat mengapa mereka tetap memilih memeras keringat di hari raya:
1. Menjaga Pemasukan di Tengah Ketidakstabilan Ekonomi
Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih memaksa para pekerja sektor informal untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang ada.
Libur bagi pekerja harian berarti hilangnya potensi pendapatan hari itu.
"Alhamdulillah paginya masih bisa ikut salat bareng keluarga. Setelah ini lanjut kerja lagi buat nambah-nambahin pemasukan. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang juga belum sepenuhnya stabil ini, ya gimana kita tetap berjuang aja," ungkap Ahmad.
2. Memaknai Iduladha sebagai Wujud Tanggung Jawab Keluarga
Bagi Ahmad, esensi kurban dan pengorbanan tidak hanya diwujudkan di atas altar penyembelihan hewan, melainkan pada keikhlasan bekerja demi menghidupi orang-orang tercinta di rumah.
"Kalau hari raya pasti pengennya lebih lama kumpul bareng keluarga, tapi juga ada pekerjaan yang nggak bisa kita tinggal," kata Ahmad.
Perayaan Iduladha bukan hanya tentang perayaan semata, melainkan juga tentang pengorbanan dan tanggung jawab terhadap keluarga.
"Yang penting kita tetap bersyukur masih diberi kesehatan dan rezeki," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2026052_Idul-Adha-Tidak-Libur-Masuk-Kerja.jpg)