Idul Adha 2026
Stok Sapi Kurban di Samarinda Surplus 7.000 Ekor, Tapi Harga Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya
Stok sapi kurban di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tahun ini terbilang melimpah bahkan mengalami surplus hingga ribuan ekor.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- DKPP Samarinda mencatat stok sapi kurban surplus hingga 6.000–7.000 ekor.
- Harga sapi tetap mahal meski pasokan melimpah karena ongkos transportasi meningkat.
- Daya beli masyarakat menurun, sementara kebutuhan sapi kurban diperkirakan hanya sekitar 9.000 ekor.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Stok sapi kurban di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tahun ini terbilang melimpah bahkan mengalami surplus hingga ribuan ekor.
Namun, di tengah melimpahnya pasokan tersebut, harga sapi kurban justru tetap tinggi dan tidak mengalami penurunan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Maskuri, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi pengiriman sapi kurban dari luar daerah.
"Sebenarnya sapi kurban ini surplus. Daya beli agak menurun, serapan kita taksiran kita di angka 9 ribuan. Berarti sebenarnya kita surplus di 6 ribu, 7 ribu. Cuma memang harga jadi tinggi, kenapa? Karena memang biaya transport yang meningkat. Dan kita tidak bisa ini," jelasnya, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Walikota Samarinda Bagikan Puluhan Sapi Kurban, Andi Harun: Tidak Ada yang Pakai APBD
Maskuri menjelaskan, ketersediaan sapi lokal di tingkat peternak Samarinda saat ini mencapai sekitar 4.200 ekor.
Jumlah tersebut belum termasuk pasokan yang masuk melalui jalur perdagangan dari luar daerah.
Ia menyebut, pengiriman sapi kurban dari Kupang saja mencapai puluhan ribu ekor melalui jalur kapal kargo dan tol laut.
"Bayangkan di tanggal 19 lalu itu kapal terakhir yang kita hitung itu ada 15.400 ekor. Itu belum dari Sulawesi yang kita belum bisa pantau maksimal," ujarnya.
Baca juga: Sapi Presiden 1,07 Ton Bernama Bejo Jadi Primadona Idul Adha di Islamic Center Samarinda
Selain dari Kupang, pasokan sapi kurban juga masuk dari Sulawesi melalui jalur darat dan penyeberangan feri yang hingga kini belum terpantau secara menyeluruh.
Dengan perkiraan kebutuhan masyarakat sekitar 9.000 ekor sapi kurban tahun ini, Samarinda dipastikan mengalami surplus cukup besar.
Menurut Maskuri, menurunnya daya beli masyarakat juga menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat serapan sapi kurban.
Ia menambahkan, sapi-sapi yang tidak terserap berpotensi menjadi cadangan pangan bagi Kota Samarinda.
Baca juga: Respons Menkeu Purbaya terkait Sapi Kurban Prabowo yang Gunakan APBN dengan Anggaran Rp 100 Miliar
Meski begitu, Samarinda saat ini masih bergantung pada pasokan hewan ternak dari luar daerah karena kemampuan produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 37 persen kebutuhan.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, DKPP Samarinda terus mendorong program inseminasi buatan dan pengembangan sapi berukuran besar.
"Kita berharap bahwa sapi besar itu bisa memenuhi kebutuhan. Minimal target kita bisa meningkatkan di 137 lah ketergantungan kita terhadap luar," pungkasnya.(*)
| Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tidak Cepat Rusak, Simak Saran DPKH Kaltim dan Ahli Gizi |
|
|---|
| Mengapa Rasulullah Pernah Melarang Simpan Daging Kurban Lebih dari 3 Hari? Ini Alasannya |
|
|---|
| Idul Adha 2026 di Rutan Balikpapan, Warga Binaan dan Petugas Masak Daging Kurban Bersama |
|
|---|
| Idul Adha 2026, Ditpolairud Polda Kaltim Bagikan Daging Kurban untuk Warga Pesisir Balikpapan |
|
|---|
| Rayakan Iduladha 2026, Warga Serbu Open House Bupati PPU hingga Ada Sapi Presiden di Masjid Agung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260527_Stok-sapi-kurban-di-Samarinda-tahun-ini-mengalami-surplus-hingga-sekitar-7000-ekor.jpg)