Berita Penajam Terkini
2 Combine Harvester Masuk PPU, Panen Padi di Babulu Dipacu Lebih Cepat
Petani di PPU kini bisa memanen lebih cepat setelah menerima dua unit combine harvester modern
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Aktivitas panen padi di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur diperkirakan bakal lebih cepat setelah dua unit combine harvester diterima kelompok tani setempat.
Mesin panen jenis Bimo 102 itu mampu memanen hingga tiga hektare sawah dalam sehari.
Bantuan tersebut diajukan kelompok tani melalui Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Satrio Djiwandono, untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di PPU.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan penggunaan alat modern menjadi penting karena dapat mempercepat masa panen dan memperpendek jeda menuju musim tanam berikutnya.
“Kalau panen lebih cepat, petani juga bisa lebih cepat turun tanam lagi. Ini penting supaya produksi tetap terjaga,” ungkapnya Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Libur Idul Adha 2026, Pelabuhan Penyeberangan PPU Terpantau Lengang
Antisipasi Cuaca Tak Menentu
Menurutnya, percepatan panen menjadi salah satu langkah yang dibutuhkan petani di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Fenomena El Nino, kata dia, berpotensi memengaruhi hasil pertanian jika proses tanam dan panen tidak berjalan efektif.
Selain mempercepat pekerjaan di sawah, penggunaan combine harvester juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga panen manual yang selama ini kerap menjadi kendala saat musim panen tiba.
Dengan penggunaan alat panen modern, proses pemanenan diharapkan lebih efisien dan mampu menekan potensi kehilangan hasil panen di lapangan.
Pemerintah daerah juga berharap modernisasi pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Baca juga: Rayakan Iduladha 2026, Warga Serbu Open House Bupati PPU hingga Ada Sapi Presiden di Masjid Agung
Petani Diminta Jaga Kualitas Gabah
Mudyat menyebut kebutuhan gabah di pasaran saat ini cukup tinggi.
Karena itu, ia meminta petani menjaga kualitas hasil panen agar mampu bersaing dengan daerah lain.
“Harga gabah sekarang cukup bagus. Banyak yang mencari, tapi kualitas juga harus dijaga supaya hasil pertanian kita punya nilai lebih,” ujarnya.
Ia juga meminta kelompok tani penerima bantuan menjaga dan merawat alat tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang, serta dimanfaatkan bersama oleh petani lainnya di wilayah sekitar.
Menurutnya, keberadaan alat pertanian modern harus menjadi sarana peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat desa.
Penyerahan alsintan dihadiri sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD PPU, Dinas Pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani setempat. (*)
| Polisi Gerebek Rumah Kontrakan di Sepaku PPU, Temukan 9 Paket Sabu di Bawah Pohon |
|
|---|
| Dana Desa di PPU Diarahkan untuk Ekonomi Warga, Bupati Mudyat Noor Soroti Potensi IKN |
|
|---|
| PPU Raih Opini WTP dari BPK Kaltim, Bupati Mudyat Noor Ingatkan OPD Tetap Transparan |
|
|---|
| Harga Telur di PPU Anjlok, Peternak Ayam Mandiri Tertekan Biaya Pakan |
|
|---|
| Intip Keseruan Festival Layang-layang Hari Bhayangkara ke-80 di Penajam Paser Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260527_Dua-unit-combine-harvester-Bupati-PPU-Mudyat-Noor.jpg)