Selasa, 9 Juni 2026

Berita Kaltim Terkini

3 Daerah dengan APBD Terendah di Kalimantan Timur 2026, Ini Daftarnya

APBD Kalimantan Timur 2026 mencapai Rp15,15 triliun dan menjadi yang terbesar di antara seluruh daerah di Kaltim.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Tribunnews.com
APBD TERENDAH KALTIM - Ilustrasi uang. APBD Kalimantan Timur 2026 mencapai Rp15,15 triliun dan menjadi yang terbesar di antara seluruh daerah di Kaltim. 

Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi memiliki APBD sebesar Rp 5,00 triliun dengan status proyeksi.

Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, anggaran ini diarahkan untuk memperkuat layanan publik, transportasi perkotaan, dan infrastruktur penunjang kota.

Kabupaten Paser berada di posisi berikutnya dengan APBD Rp 3,90 triliun dan masih berstatus proyeksi.

Dana ini diproyeksikan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian, infrastruktur dasar, serta penguatan ekonomi lokal masyarakat.

Kabupaten Berau mencatat APBD sebesar Rp 3,41 triliun dengan status final.

Daerah ini mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pariwisata, infrastruktur wilayah, serta pelayanan publik yang lebih merata.

Kota Balikpapan, sebagai salah satu kota strategis di Kaltim, memiliki APBD Rp 3,30 triliun dengan status final.

Anggaran ini difokuskan pada penguatan layanan kota modern, infrastruktur perkotaan, serta dukungan terhadap sektor industri dan jasa.

Kabupaten Kutai Barat tercatat memiliki APBD sebesar Rp 2,95 triliun dengan status estimasi.

Baca juga: Daftar Daerah di Kaltim yang Masih Gunakan Listrik Non PLN Terbanyak

Anggaran ini masih bersifat perkiraan dan akan digunakan untuk mendukung pembangunan wilayah pedalaman dan peningkatan akses infrastruktur dasar.

Sementara itu, Kabupaten Mahakam Ulu memiliki APBD Rp 1,95 triliun dengan status proyeksi.

Sebagai wilayah dengan akses geografis yang cukup menantang, anggaran ini difokuskan pada pembangunan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.

Terakhir, Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat APBD sebesar Rp 1,70 triliun dengan status estimasi.

Daerah ini menjadi sorotan karena perkembangan infrastruktur yang berkaitan dengan kawasan strategis nasional, sehingga kebutuhan anggaran terus disesuaikan.

Jika melihat tren APBD Kalimantan Timur dari tahun ke tahun, terlihat fluktuasi yang cukup dinamis.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved