Rabu, 22 April 2026

Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan

Perusahaan konstruksi Malaysia, Scott Wilson Sdn Bhd, sedang menguji konstruksi sarang laba-laba di Bandara Juwata, Tarakan

JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Perusahaan konstruksi Malaysia, Scott Wilson Sdn Bhd, sedang menguji konstruksi sarang laba-laba di Bandara Udara Internasional Juwata, Tarakan , Kalimantan Timur untuk menetapkan pavement clasification number (PCN).

"PCN ini untuk menentukan jenis pesawat apa saja yang menggunakan konstruksi ini," kata anggota tim penguji, Harmein Rahman , Selasa (21/6/2011) saat dihubungi. Bandara Juwata Tarakan mengadopsi konstruksi sarang laba-laba untuk taxiway (tempat keluar dan masuk pesawat) dan apron (tempat parkir pesawat).


Saat ini, Bandara Juwata pun telah melayani pendaratan pesawat Boeing 737-900 ER milik Lion dan Sriwijaya.


"Nantinya, hasil uji akan menjadi pedoman bagi maskapai penerbangan untuk menentukan jenis pesawat yang dapat mendarat di Bandara Udara Juwata Tarakan. Besaran PCN harus lebih besar dari aircraft clasification number (ACN) yang dimiliki maksapai," kata Harmein.


Menurut Harmein, uji PCN dikerjakan dengan cara menghantam konstruksi itu dengan beban berkekuatan tertentu untuk kemudian direkam menggunakan peralatan yang dinamakan geophone yang terhubung dengan peralatan komputer.


Harmein mengatakan, secara logika, struktur konstruksi sarang-laba yang merupakan karya anak bangsa merupakan konstruksi yang sangat kuat. "Rangkaian segitiga yang disusun menyerupai sarang laba-laba merupakan konstruksi yang sangat kuat, segitiga sendiri dalam dunia konstruksi merupakan bentuk yang diklaim kokoh dibandingkan bentuk lainnya," jelas dia.


Terkait aplikasi konstruksi sarang laba-laba untuk bandara udara lainnya, Harmein berharap hasil ini dapat memberi kepercayaan kepada pemberi kerja terhadap kekuatan konstruksi ini. Meskipun, dibutuhkan waktu agar dapat dipakai bagi semua kalangan.


Harmein mengatakan, konstruksi beton memiliki keunggulan lebih kuat terhadap air, namun untuk dipakai sebagai runway (landasan pesawat) ada sejumlah pertimbangan sejumlah pengelola Bandara yakni usia landing gear pesawat lebih singkat ketimbang yang menggunakan aspal.


Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved