Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan
Perusahaan konstruksi Malaysia, Scott Wilson Sdn Bhd, sedang menguji konstruksi sarang laba-laba di Bandara Juwata, Tarakan
"Namun di sejumlah negara seperti Amerika Serikat mereka lebih suka menggunakan beton sebagai landasan, berbeda dengan Eropa yang lebih memilih perkerasan aspal. Pilihan ini tergantung kepada keputusan masing-masing pengelola," kata Harmein.
Sementara itu, tenaga ahli dari Scott Wilson, Farukh E Johri mengatakan, terkejut dengan kemampuan bangsa Indonesia menciptakan konstruksi sarang laba-laba. Dia sempat bertanya-tanya kepada tenaga ahli PT Katama Suryabumi perusahaan pemilik lisensi konstruksi sarang laba-laba karena tidak menemukan sambungan sama sekali, serta tidak percaya bahwa tebal beton itu hanya 17 centimeter. "Saya takjub kalau tebal beton itu hanya 17 sentimeter," ujar dia terheran-heran.
Sarang Laba-Laba merupakan konstruksi
beton berbentuk segitiga dalam satu rangkaian yang di tengah segitiga
tersebut diisi dengan tanah yang dipadatkan, setelah itu baru dilapisi
beton.