Proyek e-KTP di Tarakan Molor
Realisasi mega proyek Kartu Tanda Pengenal Eektronik (e-KTP) di kota Tarakan dipastikan molor.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Fransina Luhukay
Dua perangkat pendukung yang digunakan dalam pendataan tersebut yaitu bio matric (perekam sidik jari) dan eye risk (perekam retina mata). Akibat lambannya perangkat tersebut, Disdukcapil Tarakan terpaksa menunda rencana peluncuran e-KTP, yang sebelumnya dijadwalkan Agustus 2011 ini. “Kita belum terima pengumuman resmi dari pusat, termasuk peralatan-peralatan itu,” ujar Kepala Disdukcapil Tarakan Muh Nuch Galeba, Senin (8/8/2011).
Menurut Muh Nuch, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain menunggu kepastian dari Kemdagri terkait masalah tersebut. Mengingat distribusi perangkat dan pemasangan jaringan yang totalnya bernilai Rp 6,7 triliun itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Dari segi kesiapan, Disdukcapil Tarakan telah menggelar sosialisasi di 4 Kecamatan, termasuk menyiapkan 35 orang tenaga operator yang akan melayani 165.087 wajib KTP di kota Tarakan. “Kita semuanya sudah siap, tinggal menunggu peralatan saja,” imbuh Muh Nuch. (*)