Senin, 11 Mei 2026

Perampokan di Samarinda

Perampokan Bermodus Kurir di Samarinda, Korban dan Anak Dilakban Saat Salat Ashar

Perampokan sadis bermodus kurir paket di Samarinda membuat korban dan anaknya dilakban saat salat Ashar

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Mohammad Fairoussaniy
RILIS PERAMPOKAN SAMARINDA - Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Achmad Baihaki, memberikan keterangan saat rilis kasus perampokan di Mako Polsek Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Senin (11/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Ringkasan Berita:
  • Perampokan terjadi di Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda, saat korban melaksanakan salat Ashar.
  • Pelaku menyamar sebagai kurir paket lalu menyekap korban dan keluarganya menggunakan lakban.
  • Polisi berhasil menangkap empat tersangka dan mengamankan seluruh barang hasil rampokan.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga di kawasan Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur mendadak geger pada Jumat (1/5/2026) lalu.

Aksi perampokan yang terjadi sekitar pukul 15.30 WITA menjadi hari mencekam bagi Syamsuddin (58) dan keluarganya.

Tak sekadar menjarah harta, para pelaku bertindak sadis dengan nekat mengikat korban beserta anaknya menggunakan lakban agar tidak melakukan perlawanan atau berteriak meminta pertolongan.

Pelaku Menyamar Jadi Kurir Paket

Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Achmad Baihaki, mengungkapkan bahwa peristiwa perampokan ini dilancarkan saat korban tengah khusyuk melaksanakan ibadah salat Ashar.

Aksi kriminal ini dirancang cukup rapi, para pelaku berbagi peran.

Baca juga: Pemilihan Rektor Unmul Samarinda 2026 Masuki Tahap Krusial, Sudah Ada Lima Pendaftar

Di mana pelaku berinisial RD (42) menyamar sebagai kurir paket untuk memancing penghuni rumah keluar.

"Saat anak korban keluar untuk mengambil paket, pelaku langsung menodongkan senjata menyerupai pistol," terang AKP Achmad Baihaki saat rilis kasus di Markas Polsek Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Senin (11/5/2026), didampingi jajaran perwira Polresta Samarinda, Kasat Reskrim, Kasi Humas hingga Kanit Pamapta.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolsek bahwa anak korban yang tak berdaya langsung diseret ke dalam rumah.

Dalam kondisi lemah, tangan, kaki, hingga mulut sang anak dilakban oleh para pelaku yang beringas.

Pelaku Tembak Plafon Rumah

Syamsuddin yang baru saja menyelesaikan salat Ashar dikejutkan dengan kehadiran tiga pria bermasker di dalam rumahnya.

Baca juga: BMKG Samarinda Sebut Kaltim Masih Dilanda Pancaroba dengan Hujan Intensitas Tinggi

Awalnya, ia mengira orang-orang tersebut adalah rekan anaknya yang sedang bercanda. Namun suasana santai itu berubah menjadi mencekam dalam sekejap.

Salah satu pelaku merangsek maju dan menempelkan sebilah badik tajam ke leher Syamsuddin.

"Korban diancam jangan bergerak, kemudian tangan dan mulutnya langsung dilakban," tambah AKP Baihaki.

Ketegangan memuncak saat para pelaku menggiring Syamsuddin ke kamar untuk mencari uang tunai.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved