Mahkota II Jangan Dialihkan

Bina Marga Samarinda membantah kabar bahwa Pemkot menyetujui pengalihan pembangunan Jembatan Mahkota II.

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda Nawawi membantah kabar yang beredar bahwa Pemkot menyetujui pengalihan pembangunan Jembatan Mahkota II kepada pemerintah provinsi Kaltim.

"Secara kontraktual masih pemerintah kota yang melaksanakan, artinya ada penandatangan kontrak. Daripada dialihkan, lebih baik uangnya disiapkan oleh Pemprov dan diberikan kepada pemkot, pengerjaannya tetap dilakukan Pemkot, karena proses akan memakan waktu lagi bila dialihkan karena sistem kontrak tadi. Kontraknya harus dirubah lagi. Kan lebih bagus seperti itu. Kalau ada yang mengatakan kita tidak sanggup itu tidak benar, masih jalan terus," kata Nawawi.

Penyataan itu tentu tidak sesuai dengan penyataan sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ismansyah dalam situs bapeda baru-baru ini.

"Pemkot bersedia saja kalau ada wacana pembiayaan proyek Jembatan Mahkota II semuanya dialihkan ke Pemprov atau Pemerintah Pusat. Justru menurut saya itu sangat membantu meringankan beban keuangan Samarinda," ungkap Ismansyah.

Nawawi juga menolak jika dikatakan proyek jembatan ini mangkrak, semua menurutnya masih dalam tahap pengerjaan.

"Tidak benar Jembatan Mahkota II mangkrak dan pengerjaannya sudah 77 persen. Sekarang kita sedang mengerjakan pondasi pylon itu membutuhkan waktu. Seperti harus menunggu  beton kering, sejalan dengan itu cable  stayed juga dikerjakan, cable stayed sudah dipesan. Target selesai 2014 dan sudah bisa digunakan," kata Nawawi.

Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang akan menghubungkan kecamatan Samarinda Ilir dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di kota Samarinda dan akan menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur. Tahun 2003 dan 2004 lalu sempat menerima dana APBN  Namun seiring rencana pemindahan Pelabuhan Samarinda dan menunggu peti kemas Palaran selesai, APBN tak lagi dikucurkan.

"Mungkin anda sudah tahu kenapa proyek ini lambat. kan karena pemindahan pelabuhan peti kemas. Sekarang an sudah 50 persen yang pindah maka kita kerjakan lagi. Jadi, tidak benar mangkrak," kata Nawawi.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved