Wakil Bupati Berau Hadiri Upacara Adat Bakudung Batiung

Upacara adat Bakudung Batiung merupakan tradisi Suku Dayak Gaai yang bermukim di pedalaman Berau tersebut.

Wakil Bupati Berau Hadiri Upacara Adat Bakudung Batiung
Warga mendirikan tiang utama yang menjadi salah satu prosesi Bakudung Batiung.

TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai, bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Jonie Marhansyah, Ketua DPRD Berau, Elita Herlina dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Berau, berkunjung ke Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, pada Kamis (28/6), untuk menghadiri menghadiri upacara adat Bakudung Batiung, yang merupakan tradisi Suku Dayak Gaai yang bermukim di pedalaman Berau tersebut.

Untuk mengakses ke lokasi upacara adat rombongan harus menggunakan perahu ketinting, sesampainya di tempat acara Wabup disambut ratusan masyarakat Dayak Gaai dengan ritual penerimaan tamu di dermaga.

Ahmad Rifai menerima Mandau sebagai simbol bahwa yang bersangkutan merupakan tamu kehormatan, Mandau itu sendiri merupakan senjata khas suku dayak. Sebagai prosesi awal, Wabup beserta rombongan diminta untuk menyaksikan dan turut serta dalam pendirian tiang utama, di lokasi rencana pembangunan rumah adat atau yang disebut oleh masyarakat suku dayak Gaai sebagai Sunta.

Prosesi pendirian sunta dilakukan dengan ritual khusus, dimana tokoh adat yang tertua diminta untuk menyembelih ayam yang darahnya digunakan sebagai salah satu sesji, darah ayam tersebut diletakkan ditiang sebelum didirikan.

Sesuai dengan ritual aslinya pada beberapa ratus tahun lalu tumbal yang digunakan biasanya seorang manusia, namun karena perkembangan jaman diganti oleh binatang, untuk mendirikan tiang utama atau sunta yang akan ditanam bersama tiang lainya digunakan potongan kepala ayam yang yang telah disembelih.

"Sekarang bukan lagi jamannya menggunakan manusia sebagai tumbal, sehingga bisa diganti dengan kepala binatang, seperti yang saat ini kita gunakan yaitu kepala ayam," ungkap Datu Indra, Kepala Adat Suku Dayak Berau, yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Sebelum rangkaian perayaan utama berupa Bakudung Batiung dilaksanakan oleh masyarakat setempat, peserta terlebih dahulu memohon ijin kepada panglima suku dayak Gaai, Bo Ding Dohlo, yang sebenarnya sudah wafat, namun tengkoraknya masih tersimpan di rumah kepala adat yang berada di tengah kampung Tumbi Dayak.

Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved