Tribun Batam
Birokrat di Nunukan Terkotak Tiga
Tribun Kaltim - Kamis, 9 Agustus 2012 17:46 WITA
Share |
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Nunukan Indrasasmita Anshori mengatakan, tak bisa dipungkiri saat ini dalam Pemerintahan di Kabupaten Nunukan ada kotak-kotak atau ada kelompok-kelompok tertentu. Ia membagi tiga kelompok pegawai di Nunukan menjadi kelompok oportunis, kelompok idealis dan kelompok apatis.

"Ini adalah tiga kelompok normal yang ada di setiap suatu pemerintahan, terlebih di kala dilaksanakannya sistem pemilihan kepala daerah secara langsung," ujarnya.

Di pemerintahan Bupati Nunukan Basri dan Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani, yang dominan menguasai birokrasi justru kelompok oportunis.

Ia mengatakan, adanya kelompok-kelompok birokrasi ini, jika dapat dikendalikan atau lebih mengedepankan kelompok idealis, tentu Bupati Nunukan tidak akan terlalu pusing dalam mengambil kebijakan.

Sebab, awam pun sudah bisa menilai sendiri, siapa saja yang termasuk dari tiga kelompok tadi?

"Kita lihat saja saat ini, bagaimana kondisi birokrasi Pemerintahan Kabupaten Nunukan. Tanpa bermaksud mengabaikan kemampuan SDM para pejabatnya, mayoritas saat ini masih didominasi mereka yang dulunya `ikut terjun' dalam percaturan politik. Saya mohon maaf, mungkin para pejabat dimaksud banyak beralasan karena `loyalitas' dengan atasan. Tetapi kalau kita mau sadar, di sinilah tingkat SDM seorang pejabat," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman loyalitas yang ada justru loyalitas buta karena  takut kehilangan kedudukan. "Silahkan anda menilai sendiri," katanya.

Parahnya lagi, posisi kelompok oportunis saat ini berada di sektor-sektor strategis yang berpengaruh terhadap kinerja birokrasi dan pembangunan di daerah ini, termasuk didalamnya adalah urusan kepegawaian.

"Mengapa ini mereka lakukan? Sesungguhnya hanya karena ya itu takut kehilangan jabatan, mau pindah pun pangkat sudah tinggi belum tentu dipake dan dapat jabatan di daerah lain, karena saya yakin daerah lain pun tau karakter pejabat opportunis tersebut," ujarnya. (*)

Penulis : Niko Ruru
Editor : Sumarsono