- Organisasi Buruh Internasional (ILO), Jumat, memperingatkan malapetaka naiknya angka pengangguran di Eropa, terutama pada kaum muda, jika Yunani yang digasak kritis utang keluar dari zona Euro atau jika Uni Eropa terpecah.

"Itu akan menjadi malapetaka bagi kaum muda Eropa," kata Ekkehard Ernst, ekonom senior pada ILO, kepada harian Jerman Sueddeutsche Zeitung, yang disiarkan lagi AFP.

Pengangguran di Spanyol yang juga didera krisis akan naik menjadi 27,7 persen sampai 2014, kata ILO, sedangkan penganggur warga berusia 15-24 tahun meningkat sampai 51,3 persen. Portugal juga akan mengalami lonjakan angka pengangguran.

Di Jerman --yang menjadi negara utama Eropa yang tengah menikmati angka pengangguran terendah sepanjang sejarah-- hampir satu dari setiap sepuluh orang akan kehilangan pekerjaan sampai tahun 2014.

"Rata-rata tingkat pengangguran pada 17 negara anggota zona Euro akan naik sampai 13 persen," kata Ernst.

Situasi ini akan bertambah buruk jika zona mata uang bersama ini benar-benar terpecah, kata sang ekonom.

Pada tingkat ini, pengangguran di Jerman akan melonjak menjadi 11,3 persen sampai 2014 dan bertahan di level ini. Prancis akan menghadapi merangseknya tingkat pengangguran sampai 17 persen, dan lebih dari satu orang dari setiap tiga warga Spanyol akan tidak mendapat pekerjaan.

"Kembali, kaum muda akan menjadi yang paling terpukul," kata Ernst. Jika zona Euro tercerai berai maka penganggur usia muda akan melonjak sampai 34 persen di Prancis, 38 persen di Italia dan 59 persen di Spanyol.