Kamis, 30 April 2026

Matematika Jadi Nikmat Bila Ada Tantangannya

Matematika menjadi nikmat karena ada tantangannya. Namun hilang nikmatnya karena materi sudah mampu dikuasai.

Tayang:
Editor: Fransina Luhukay
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Matapelajaran Matematika menjadi momok, menyulitkan bahkan dianggap menakutkan. Anggapan yang tidak memiliki alasan bagi siswa yang memang tidak ada keinginan belajar. Namun Matematika juga menjadi membosankan bila pengajarnya sendiri kurang variatif memberi materi.

Anggapan ini berusaha cepat dihapus bagi kalangan pecinta Matematika. Sebab Matematika tidak ada bedanya dengan pelajaran lain. Yakni matapelajaran yang bisa dimengerti dengan cara belajar yang baik. Untuk itu Matematika sekarang bisa dinikmati. Maksudnya ada nilai tantangan dalam memecahkan soal. "Matematika menjadi nikmat karena ada tantangannya. Namun hilang nikmatnya karena materi sudah mampu dikuasai," ujar Muhammadson Sulaiman memberikan materi seminar pendidikan di hadapan 100 guru Matematika SD-SMP se Balikpapan di aula rumah jabatan Walikota Balikpapan, Senin (22/10). Dasar ini menurutnya adalah sifat dasar otak manusia yang hanya memikirkan mencari nikmat dan menghindari sengsara.

Mantan Juara Olimpiade Matematika ini melanjutkan bahwa guru memiliki peranan penting membuat siswa tertarik pada pelajaran. Bila dari awal teknik mengajarnya sudah membosankan maka materi tidak akan mampu dikuasai oleh siswa. "Variasi mengajar bisa berupa cerita atau memanfaatkan fasilitas teknologi canggih atau permainan," uja alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik tahun 1995.

Pada seminar itu, Muhammadson memberi contoh satu soal Matematika dengan metode visualisasi cerita orang menyeberang. Dimana beberapa orang menyeberang diberi waktu sediktinya 30 detik. Setiap orang memiliki waktu menyeberang dengan perbedaan masing- masing waktu. Ada yang mampu menyeberang 1, 3, 5, 8 dan 12 detik. Untuk memecahkan soal itu tidak hanya satu kali usaha. Namun perlu beberapa kali variasi usaha agar semua orang tersebut bisa menyeberang ke tempat tujuan. "Kita tadi sudah mencoba dua kali tapi gagal namun ada usaha yang masih bisa lakukan dan ternyata berhasil kita pecahkan, itulah matematika, kenikmatan tantangannya luar biasa," ujarnya.

Mengajarkan Mataematika juga tidak harus terburu-buru. Ada langkah-langkah yang harus dijalani. Muhammadson menyatakan mulailah memberikan materi dari dasar dan berlanjut pada materi lain. Bila masih gagal maka teruslah memberikan metode variatif agar siswa lebih tertantang pada Matematika. "Bila ada murid mengatakan bisa tapi sulit berarti murid ini susah dan cepat menyerah, tapi mengatakan sulit tapi bisa berarti ada kemauan dan kemampuan. maka itu soalnya disesuaikan dengan level siswa," imbuhnya.

Sementara Ketua Umum Ikatan Alumni ITB, Armenda mengatakan bahwa seminar ini memiliki target merefresh metode pembelajaran sehingga meningkatkan kompetensi guru. Program tersebut berlangsung tiga bulan sekali. Dan nanti akan ada seminar bagi guru dengan matapelajaran lain.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved