Proyek Jembatan Pulau Kumala Dianggarkan Rp 29,8 Miliar

Kini Pulau Kumala tengah persiapan dokumen untuk lelang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Proyek Jembatan Pulau Kumala Dianggarkan Rp 29,8 Miliar
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
PT Hutama Karya mulai menanam tiang pancang jembatan menuju Pulau Kumala. 

TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Kini Pulau Kumala tengah persiapan dokumen untuk lelang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Tiang pancang jembatan untuk akses ke Pulau Kumala mulai dibangun.Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar Sri Wahyuni.

"Pemkab komit supaya orang mudah akses ke pulau, mulai tahun ini tiang pancang dibangun. Mudah-mudahan tahun depan bisa lanjut," kata Sri, Rabu (19/11).

Aktivitas fisik untuk tiang pancang bisa dilihat di sebelah rumah Kutai, arena skate park turap Mahakam. Proyek jembatan ke Pulau Kumala ini dikerjakan PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp 29,8 miliar. Pekerjaan dimulai 11 September 2014 dan berakhir pertengahan Desember 2014 mendatang.

Sri mengemukakan, pihak manajemen Elty mengajukan surat permohonan untuk mengelola cottage di Pulau Kumala.
"November ini rencananya skedul Elty untuk paparan dengan BPKAD, kami juga menunggu. Jadi secara parsial cottage saja yang dikelola Elty sambil nanti menunggu proses lelang," jelasnya.

Pulau Kumala tetap akan dikelola pihak ketiga melalui kerja sama pemanfaatan aset.
Sementara itu jembatan pedestrian menuju ke Pulau Kumala dibangun untuk memudahkan akses warga sehingga mereka tidak usah menggunakan perahu ces, tapi cukup berjalan kaki menyeberangi jembatan.

Sebelumnya Kabid Bangunan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kukar, Makruf menerangkan, jembatan pedestrian ini digunakan khusus bagi pejalan kaki dengan lebar jembatan sekitar 2 hingga 2,5 meter dan panjang kurang lebih 300 meter.
"Jembatan ini dibangun untuk menghidupkan kembali Pulau Kumala yang sempat redup," ujarnya. Jembatan pedestrian ini dibangun satu paket dengan rencana pembangunan waterboom di Pulau Kumala.

Sekeliling Pulau Kumala juga akan dibangun pedestrian. Warga bisa melakukan jogging di jembatan hingga Pulau Kumala. Desain jembatan juga akan mempertimbangkan jalan pendekat. Jika jembatan pedestrian menuju Pulau Kumala ini telah jadi, maka kapal-kapal besar bakal dialihkan ke sisi seberang Pulau Kumala yang berbatasan langsung dengan kawasan Tenggarong Seberang.

"Tapi perahu-perahu kecil tetap boleh lewat di bawah jembatan, kecuali kapal besar seperti ponton. Agar kekuatan konstruksi jembatan tetap terjaga," tandasnya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved