Pemprov Kaltara Siapkan Rp 10 Miliar untuk Perpanjangan Runway

Dishubkominfo menargetkan di awal 2015 mendatang, landasan pacu ( runway) yang rencananya akan diperpanjang dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter.

Pemprov Kaltara Siapkan Rp 10 Miliar untuk Perpanjangan Runway
TRIBUN KALTIM/M ARFAN
Pesawat jenis ATR 42 sesaat akan take off dari bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, (3/12/2014). Setelah rencana perpanjangan runway menjadi 1.600 meter terealisasi, pesawat ATR 72 dipastikan bisa mendarat. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sejumlah aspek yang disinyalir akan menjadi penghambat proses pengembangan bandar udara kelas IIIC Tanjung Harapan menjadi bandara kelas IV D mulai dipikirkan solusinya oleh Pemprov Kaltara. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika  (Dishubkominfo) misalnya, menargetkan di awal 2015 mendatang, landasan pacu ( runway) yang rencananya akan diperpanjang dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter sudah dapat dikerjakan.

Kepala Dishubkominfo Provinsi Kaltara Ahmad Haerani mengungkapkan, perpanjangan landasan pacu bandara sepanjang 400 meter tersebut kini sudah dirancang dan dipastikan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD Kaltara Tahun 2015.

"Dana itu untuk perpanjangan 400 meter, dari 1.200 sekarang menjadi 1.600 meter. Di sana nantinya mencakup pengerjaan perbaikan tanah contohnya penimbunan sebagai landasan pengaspalan runwaynya," ujar Haerani saat ditemui di kantornya, Kamis (4/12/2014).

Ia juga membeberkan, kendala lain yang menjadi penghambat pengembangan bandara yakni, terdapatnya ruas jalan Agathis dengan kontur yang berbukit. Demi menunjang keselamatan penerbangan, bukit Jalan Agathis tersebut dipastikan bakal dipangkas. Serta sesuai dengan rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, jalan tersebut akan ditutup total dan langsung akan membuka ruas jalan baru sebakai akses alternatif.

"Ini kan sudah menyangkut hal teknis. Tentu ini akan ditindaklankjuti lagi oleh Dinas Pekerjaan Umum, serta beberapa obstacle yang ada juga perlu ditindaklanjuti sambil berjalan. Apalagi Dinas PU kan sudah merencanakan pemangkasan bukit itu," ujarnya.

Haerani juga mengharapkan secpatnya menara-menara yang ada di sekitar KKOP Bandara Tanjung Harapan dapat direkomendasikan oleh pihak bandara agar segera ditertibkan oleh Pemda Bulungan. Sebab, jika perpanjangan runway bandara menjadi 1.600 meter jadi dilaksanakan, maka dipastikan jenis pesawat yang akan mendarat jauh lebih besar dari pesawat biasanya, ATR 42.

"Kalau sudah diperpanjang menjadi 1.600 meter kan pesawat bukan pesawat ATR 42 lagi yang mendarat, tetapi sudah bisa ATR 72. Dan kalau itu sudah ada nantinya, maka penerbangan dari Tanjung Selor bisa langsung ke Balikpapan, tidak lagi harus transit di Tarakan," urainya.

Pihaknya pun menargetkan di awal tahun 2015 mendatang atau setelah APBD Provinsi Kaltara disahkan Mendagri, secepatnya pula rencana perpanjangan runway dan pengembangan bandara baik sisi darat maupun sisi udara dapat dimasukkan dalam Rencana Umum Pelelangan (RUP). Haerani menguraikan, perpanjangan runway ke arah bukit (TH 21) sepanjang 350 meter dan ke arah Sungai Selor (TH 03) sepanjang 50 meter.

"Tidak perlu lagi menyusun DED (datail enginering design), karena DED-nya sendiri sudah ada di Kaltim. Untuk masterplannya (rencana induk) juga sudah ada dibuat oleh pihak bandara," ujarnya.

Atas kelengkapan aspek-aspek terbut jelas Haerani, Penjabat Gubernur Kaltara Irianto Lambrie sendiri beberapa waktu telah mengusulkan pembiayaan pengembangan bandara kepada Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara. Diakui Haerani, usulan pembiayaan yang diusulkan Penjabat Gubernur ke pusat senilai Rp 350 miliar yang mencakup pembiayaan pengembangan sisi darat dan udara, termasuk runway sepanjang 2.500 meter sebagai rencana pembangunan jangka panjang.

"Jadi untuk perbaikan tanahnya, penimbunan di lokasi perpanjangan adalah Pemprov yang tangani. Setelah itu, sudah dibiayaai APBN semuanya. Minimal di 2018 semua sisi udaranya sudah bisa dituntaskan. Kami harapkan juga dana yang disulkan itu segera turun dari pusat," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved