Sembako di Pasar Tradisional Bontang Masih Normal
Di Pasar Taman Telihan misalnya, beras jenis mawar ukuran 25 Kg dibandrol Rp 260.000 per karung, di pasar sementara dijual seharga Rp 255.000 per karu
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Gabungan Komisi I dan II DPRD Bontang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke-3 pasar tradisional di Kota Bontang, Selasa (27/1/2015) siang ini.
Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD, Ubayya Bengawan, didampingi Anggota Komisi II, Taqbir Ali, Arif serta Anggota Komisi I DPRD, Setyoko Waluyo, Zulhan, Yanri Dasa Sewaya.
Turut serta dalam Sidak ini Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, Haedar dan jajaran.
Sidak ini dilakukan dalam rangka memantau harga bahan pokok di Kota Bontang, pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pantauan harga pertama dilakukan di Pasar Taman Telihan Bontang Barat, berlanjut ke pasar sementara Rawa Indah Bontang Selatan, dan berakhir di pasar Citra Mas Lhoktuan, Bontang Utara.
Dari hasil pantuan lapangan, harga Sembako di 3 pasar tradisional tidak menunjukkan adanya perbedaan harga yang mencolok. Di Pasar Taman Telihan misalnya, beras jenis mawar ukuran 25 Kg dibandrol Rp 260.000 per karung, di pasar sementara dijual seharga Rp 255.000 per karung.
Sementara komoditas lain seperti minyak, bimoli, gula dan sayur-mayur relatif sama. Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, mengatakan penurunan harga BBM tidak mempengaruhi harga bahan pokok di Bontang. Pasalnya, harga bahan pokok lebih banyak dipengaruhi pasokan dari luar daerah.
"Memang tidak terjadi penurunan harga di pasar, karena patokan harga bahan pokok dominan dipengaruhi pasokan dan luar daerah," ujar Ubayya Bengawan. (*)