Empat Teroris Ditembak Mati di Bandara Sepinggan
Suasana lantai dasar di area kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Kamis (29/1/2015) pagi mendadak riuh.
Laporan wartawan Tribun Kaltim Fachmi Rachman dan Mochamad Lutfi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Suasana lantai dasar di area kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Kamis (29/1/2015) pagi mendadak riuh.
Lengkingan suara peluit petugas keamanan diselingi teriakan yang memberikan arahan untuk menyingkir dari area pintu kedatangan penumpang. Ada apa?
Puluhan petugas keamanan Bandara Sepingan dibantu beberapa aparat kepolisian menggiring penjemput dan penumpang serta barang mereka menuju sisi kanan kiri pelataran area penjemputan.
Beberapa penumpang yang baru tiba tampak kebingungan dengan situasi yang terjadi, "Ada apa yah? Kok banyak polisi?" tanya seorang penumpang kepada petugas.
Tidak lama berselang, lima orang bersenjata sambil membawa seorang wanita yang tak berdaya karena todongan dua revolver muncul dari pintu kedatangan penumpang. (BACA: Anggun C Sasmi: Jika Kalian Bingung, Ini teroris dan Ini Muslim)
Mereka yang sebelumnya sempat membuat kegaduhan di area screening check point (SCP) sesekali berteriak "Mundur...Mundur," kepada tiga orang personel antiteror Detasemen Gegana Brimobda Polda Kaltim yang berlindung di balik tameng, yang telah mengikuti mereka dari lantai keberangkatan penumpang di atas.
Karena terdesak, lima teroris itu panik dan terus membuat jarak dengan pasukan antiteror.
Saat melihat sebuah mobil yang terparkir di dekat mereka, salah satu dari kawanan pria bersenjata langsung merebut mobil Toyota Innova dari seorang sopir yang sedang menunggu.
Mereka pun langsung melemparkan wanita yang dijadikan sandera tersebut ke lantai dan berlarian ke arah kendaraan dan kemudian tancap gas untuk melarikan diri dari area Bandara Sepinggan.
Tetapi aksi melarikan diri mereka ini telah diketahui dan tiga buah kendaraan berupa dua buah mobil dan sebuah mobil taktis tempur langsung mengejar kawanan pria bersenjata yang diketahui sebagai anggota teroris yang sedang dicari.
Usaha para teroris keluar dari Bandara gagal setelah seluruh akses jalan keluar ditutup. Mobil kawanan teroris ini pun akhirnya kembali menuju area pickup zone tempat mereka membajak mobil.
Laju kendaraan yang digunakan kawanan teroris ini pun akhirnya berhasil dihentikan setelah mobil taktis dari Gegana langsung memepet dan menutup jalan para teroris. Dari arah belakang kendaraan para teroris, dua mobil yang membawa pasukan anti teror Gegana langsung merapatkan jarak dengan mobil teroris.
"Cittt... Bruak," suara rem mobil pasukan gegana dan teroris membahana di sepanjang lorong pick-up zone yang diikuti dengan mobil pasukan Gegana menabrak bagian belakang kendaraan teroris. (BACA: Densus 88 Ringkus Lima DPO Teroris Sebelum Natal)
Lima orang teroris ini berusaha melawan, tiga orang berhasil keluar sambil menembakkan senjata mereka ke arah kendaraan pasukan Gegana. Nasib kurang beruntung bagi dua orang teroris yang bertindak sebagai sopir dan penumpang yang duduk di belakang sopir, satu orang tewas di dalam kendaraan dan satu orang mengalami luka berat karena ditembak oleh personel kendaraan taktik dengan menggunakan senjata berat.