Empat Teroris Ditembak Mati di Bandara Sepinggan
Suasana lantai dasar di area kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Kamis (29/1/2015) pagi mendadak riuh.
Merasa ada perlawanan dari pihak teroris, empat orang personel anti teror dengan mengunakan senjata jenis Styer turun dari mobil, dengan cepat mereka menembaki satu demi satu teroris yang terus menembaki mereka. Dalam hitungan kurang dari semenit, empat teroris tewas di lokasi kejadian.
Tewasnya empat teroris itu ternyata bukan akhir dari aksi teror di bandara internasional ini. Saat melakukan pemeriksaan mayat para teroris yang tergeletak di lantai, seorang personel antiteror mendapati sebuah tas yang diduga berisi bom. Kemudian petugas antiteror tersebut memperingatkan tiga rekannya untuk segera meninggalkan lokasi, "Awas Bom, tinggalkan lokasi," kata personel tersebut yang diikuti dengan evakuasi diri dari lokasi yang tidak aman.
Tidak lama berselang, kendaraan dari Unit Satwa K-9 Polda Kaltim dan Tim Jihandak Gegana Brimobda Polda Kaltim tiba di TKP. Tim Penjibak Bom (Jibom) segera bertindak dengan menurunkan seorang personil yang mengenakan body armor untuk melakukan pengecekan tas mencurigakan tersebut dengan menggunakan boroscope. Karena tidak tampak dengan jelas apakah isi tas tersebut adalah bom atau bukan, maka, Unit K-9 dengan menurunkan seekor anjing spesialis handak (bahan peledak) jenis Belgian Malinois bernama Brandon untuk mengenali isi tas tersebut.
Setelah terkonfirmasi dari unit K-9 bahwa tas tersebut adalah bom, maka tim Jibom kembali beraksi dengan mengangkat tas berisi bom tersebut dengan menggunakan sebuah tongkat untuk dibawa menuju kendaraan EOD (explosive ordnance disposal). Bom itu akan diledakan di area parkiran Bandara.
Beberapa saat sebelum aksi penanggulangan teror bandara, di bibir pantai ujung timur Bandara, tepatnya di Sektor H-11 Launching Pad telah terjadi kecelakaan pesawat Angkasa Air jenis Boeing 737-400 dengan 175 penumpang. Pesawat itu akibat tergelincir saat mendarat. Akibat kejadian ini badan pesawat terbelah menjadi dua. Sebagian badan pesawat berada di laut dan bagian ekor terbakar di bibir pantai.
Beberapa menit kemudian datang mobil badak AP I. Dengan sigap petugas PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran) yang berada dalam mobil tersebut segera menyemprotkan air ke arah ekor pesawat yang terbakar. Kurang dari 3 menit api berhasil di padamkan.
Jeritan dan rintihan terdengar dari penumpang Angkasa Air yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan.Tim dari Basarnas Balikpapan turut membantu melakukan evakuasi korban yang berada di tengah laut dengan menggunakan dua long boat dan dua perahu karet. kebanyakan korban yang terselamatkan terlihat lemas dan tidak mampu berjalan sehingga anggota TNI-AU dan PKP-PK menggotong mereka.
Satu persatu korban di bawa ke darat dan digotong menuju tenda darurat. untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. Di ketiga tenda darurat yang berada sekitar dua puluh meter dari bibir pantai, terlihat sesak karena tidak mampu menampung seluruh korban. Bahkan ada korban yang harus duduk dan berbaring di atas pasir.
Di sana juga terdapat berdapat beberapa korban yang harus diberi perlakuan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau bantuan pernapasan karena tidak sadarkan diri. Jumlah tim medis yang terbatas memaksa korban harus dilarikan menuju rumah sakit terdekat. Beberapakorban yang mengalami luka ringan di bawa menggunakan bis bandara. Sedangkan korban dengan luka berat dan meninggal diangkut menggunakan mobil ambulans.
Jumlah korban tewas 6 orang, 36 luka berat dan 15 luka ringan.
Syukurlah ketiga insiden menegangkan dan menimbulkan korban jiwa tersebut hanyalah skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-80 yang dilakukan PT Angkasa Pura I di Bandara Sepinggan. (*)
Operational Director PT Angkasa Pura I Yuhsan Sayuti menjelaskan, latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas baik secara individu ataupun instansi Angkasa Pura. "Kami berharap seluruh individu yang terlibat pada situasi riilnya sudah siap dengan kondisi darurat yang ada. Dan kami akan terus-menerus melakukan latihan untuk mereka agar siap." ucapnya.
Latihan ini secara keseluruhan melibatkan 694 personel dari berbagai instansi, di antaranya pihak pengamaman bandara, Polri, TNI, dan Basarnas. (*)