Perusahaan Jerman Tawarkan Pembangkit Biomasa
Pemerintah bersama PT PLN bisa menggandeng perusahaan perkebunan sawit yang memiliki pembangkit listrik sendiri.
TANJUNG REDEB, TRIBUNKALTIM.CO - Penyediaan infrastruktur dasar, terutama listrik menjadi salah satu fokus Pemkab Berau. Kamis (5/2) Pemkab Berau bersama Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kaltim, PT PLN Wilayah Berau bersama beberapa perusahaan perkebunan yang memiliki pembangkit listrik dan perusahaan asal Jerman, Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menggelar pertemuan.
Pertemuan tersebut membahas program pemenuhan kebutuhan listrik di sejumlah kampung di Kecamatan Segah dan Talisayan. Adi Cahya, perwakilan GIZ menawarkan pemanfaatan limbah cair dari perkebunan sawit yang menghasilkan limbah cair dari proses pembuatan Crude Palm Oil (CPO).
"Limbah cair itu diubah menjadi gas metan dengan digester dan biogas engine serta proses penyaringan untuk menghasilkan gas metan murni. Gas metan ini lah yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik," jelas Adi. Menurutnya, pemanfaatan limbah cair menjadi biogas ini lebih ramah lingkungan ketimbang menggunakan bahan bakar fosil.
Soal pembangkit litsrik, Adi menyebutkan, pemerintah bersama PT PLN bisa menggandeng perusahaan perkebunan sawit yang memiliki pembangkit listrik sendiri. "Seperti PT Hutan Hijau Mas dan PT Tanjung Butu Perkasa," urainya.
Berdasarkan feasibility study (FS) yang dilakukan GIZ, kedua perusahaan tersebut masing-masing mampu menghasilkan daya listrik 1,9 megawatt hingga 2,8 megawatt dari biogas itu saja. Dengan demikian, kata Adi, beberapa desa yang ada di dua kecamatan tersebut bisa menikmati listrik.
"Untuk pedesaan yang belum teraliri listrik, biasanya paling mudah menggunakan diesel (PLTD). Tapi seperti kita ketahui, PT PLN juga ditekan pemerintah untuk mengurangi belanja subsidi BBM," katanya lagi.
Wakil Bupati Berau, Ahmad Rifai yang memimpin pertemuan itu mengatakan, Pemkab Berau mendukung pembangunan pemanfaatan biogas yang bersumber dari limbah cair CPO tersebut. Selain murah, pemanfaatan biogas juga dinilai lebih ramah lingkungan.
Apalagi, kata Rifai, Pemkab Berau juga memang sangat membutuhkan pengembangan energy listrik untuk menjangkau pedesaan. "Kami memang sangat membutuhkan itu untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa-desa. Seperti pembangkit listrik milik PT Hutan Hijau Mas di Kecamatan Segah, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan listrik di desa Gunung Sari, Tepian Buah, Harapn Jaya dan Punan Mahakam," urainya.
Sejauh ini, Pemkab Berau mengklaim aliran listrik telah menjangkau lebih dari 90 persen wilayah pedesaan.