Dua Hal yang Dinilai dalam IODI Dance Competition 2015
"Di penilaian technical quality, dilihat dari cara berjalan pedansa apakah benar atau tidak, rapi atau tidak. Kemudian bentuk atau posturnya...
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lanny Budiani, pelatih dan juga juri dalam IODI Dance Competition 2015 mengatakan, ada dua hal yang menjadi penilaian di kompetisi tersebut yaitu technical quality dan movement to music.
"Di penilaian technical quality, dilihat dari cara berjalan pedansa apakah benar atau tidak, rapi atau tidak. Kemudian bentuk atau posturnya," jelas Lanny yang sudah menjadi tenaga pengajar di Balikpapan sejak 2013 tersebut, di sela kompetisi yang digelar di Pacifica Foodcourt, Balikpapan Trade Center, Minggu (1/3/2015).
Penilaian kedua, kata Lanny, adalah movement to music. Pada penilaian ini tiap peserta dilihat berdasarkan gerakannya apakah sinkron atau pas dengan hitungan lagunya. (BACA: IODI Balikpapan Ajak Anak dan Remaja Menari Latin)
"Jadi setiap penari tak boleh asal berdansa, harus ada hitungannya agar sesuai dengan irama musik," ungkapnya.
Ketika ditanya persoalan seberapa lama seorang anak diajarkan sebuah dansa, Lanny menekankan, kalau setiap anak memiliki kemampuan masing-masing, sehingga lama atau tidaknya mereka kembali pada individu tersebut.
"Tiap anak berbeda, terutama mereka yang masih kecil di bawah sepuluh tahun. Pada usia itu mereka kadang sulit diajarkan, tapi kalau dia punya niat pasti mereka bisa," jelas Lanny mengakhiri. (*)