Breaking News

Kisruh Golkar

Mahyudin dan Wapres JK Main Golf di Senayan

"(Kami) main 9 hole saja. Olahraga pagi sebelum ke kantor. 9 hole jalan kaki lumayan berkeringat. Kurang lebih 3,5 kilometer berjalan kaki," katanya.

IST
Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bersantai usai bermain golf di kawasan Senayan, Rabu (18/3/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rabu (18/3/2015) pagi, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, memasang foto menarik di display picture akun Blackberry Messenger (BBM)-nya.

Legislator Partai Golkar Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, yang juga mantan Bupati Kutai Timur tersebut, memasang foto dirinya duduk bersama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. "After golf with Pak JK," kata Mahyudin dalam status akunnya. (Baca juga: Akhirnya Muladi Akui Keputusan Menkumham Terkait Konflik Golkar?)

Dalam foto tersebut, tampak Mahyudin duduk bersama JK di meja makan. Wajah keduanya terlihat berkeringat.

Saat dikonfirmasi tribunkaltim.co, Mahyudin mengatakan ia baru saja bermain golf bersama JK di kawasan Senayan. Selain keduanya, turut pula Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, dan pimpinan Apindo, Sofyan Wanandi. (Baca juga: Agung Laksono: JK Diusulkan Menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Golkar)

"(Kami) main 9 hole saja. Olahraga pagi sebelum ke kantor. 9 hole berjalan kaki lumayan berkeringat. Kurang lebih 3,5 kilometer berjalan kaki," kata Mahyudin.

Mahyudin mengakui stamina JK cukup bugar. "Pak JK staminanya cukup bagus dan bugar. Ada beberapa hole dapat PAR. Kami start jam 6 dan jam 9 sudah selesai. Setelah itu langsung ke kantor," katanya.

Selama bermain, apakah mereka juga berdiskusi tentang dinamika politik? "Bicara yang ringan-ringan aja. Seputar golf, he he he," kata Mahyudin, seraya menambahkan dirinya tidak terlalu sering bermain golf bersama JK. (Baca juga: Mukmin Tunggu Hasil Proses Laporan di Bareskrim)

Lantas, apakah "kebersamaan" Mahyudin dan JK di lapangan golf pagi ini juga menjadi simbol semakin merapatnya Golkar dengan pemerintahan Jokowi-JK?

"Kalau itu secara otomatis. Begitu kepengurusan Agung Laksono sudah resmi, maka akan ikut berkoalisi mendukung pemerintah. Kalau saya memang sejak lama dekat dengan Pak JK," katanya.

Akankah "kebersamaan dan kehangatan" Golkar dan pemerintah bakal diformalkan? Kita tunggu saja dinamikanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved